KURIKULUM DARURAT DAN PENGGUNAAN APLIKASI Elearning DI MTS ALKHAIRAAT TERNATE

Foto Kepala MTS Alkhairaat Kalumpang Ternate : Sidik Limatahu , S.Ag.

Ternate, (MR) – Dimasa pandemi covid 19 saat ini Madrasah Tsanawiah ( MTS ) Alkhairaat Kalumpang Ternate giat melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum darurat . Dalam dokumen Madrasah telah termuat kurikulum yang secara nasional bersumber dari Kementrian Agama RI .

Kepala Madrasah Tsanawiah Alkhairaat Kalumpang Ternate , Sidik Limatahu , S.Ag saat dimintai penjelasannya menyebutkan dalam kurikulum MTS yang bersumber dari Kementrian Agama tersebut didalamnya ada lima mata pelajaran ( Matapel ) agama ditambah Matapel umum . Kepala MTS juga menyebutkan ditahun ajaran 2021 /2022 sesuai program Pondok dan Yayasan Alkhairaat juga menginisiasi tambahan lima Matapel yang masuk dalam muatan lokal ( Mulok ) .

” Lima Matapel ini memiliki ciri kekhasaan tentang Alkhairaat . Diharapkan siswa nanti memiliki pengetahuaan tentang itu . Lima Matapel tersebut meliputi : Mahfudzat , Muhaddasah , Qawaid , Tahfidz Tahzin Al’quran dan Sejarah Alkhairaat . Dalam kurikulum nasional Kementrian Agama telah menetapkan ada empat jam tambahan , maka tambahan jam pelajaran tersebut diisi dengan mulok berupa lima matapel tersebut ” jelas Kepala MTS Alkhairaat Kalumpang .

Ia juga menyebutkan kegiatan pembelajaran dimasa pandemi pada sebelumnya ketika belum diberlakukan tatap muka , Madrasahnya telah memberlakukan metode belajar dengan menggunakan aplikasi Elearning . Penggunaan aplikasi ini semuanya telah diakses oleh siswa di rumah dengan usernya masing masing dan juga tetap mengacu pada jam belajar efektif yakni 7.30 – 1.30 WIT .

Ungkap Sidik pula sesuai edaran Pemkot dan Kemenag Kota Ternate yang membolehkan belajar tatap muka 50 persen , MTS Alkhairaat sudah melakukan itu . ” Sesuai edaran Pemkot dan Kemenag Kota Ternate tentang perlunya pembelajaran tatap muka 50 persen maka Madrasah kita sudah melakukan itu . Kalau semester kemarin ada pembagian waktu belajar yakni tanggal ganjil untuk laki laki dan tanggal genap untuk perempuan maka di semester sekarang sejak bulan kemarin ditetapkam pembelajaran terbatas dalam hal ink setiap kelas dipecah menjadi dua rombel ” cetus Sidik .

Ditanya soal kesiapan guru guru , Sidik menyebutkan sebelum tahun pelajaran dimulai guru guru sudah menyiapkan perangkat pelajaran dalam bentuk buku kerja 1 , 2 dan 3 . Kaitannya dengan Elearning , Sidik menambahkan sudah empat semester aplikasi ini diterapkan . Semua guru menurutnya telah mahir dalam mengaplikasikannya . Ini karena semua guru harus menginput materi kedalam aplikasi Elearning kemudian selanjutnya diakses oleh siswa . (KOKO ATENG MRC)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.