SMK 3 TERNATE LAKSANAKAN UKK TAHUN 2021

Ternate, (MR) – Pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian UKK SMK 3 Ternate resmi dimulai pada senin ,5 april dan berakhir pada 7 april. UKK yang merupakan fase atau tahapan evaluasi terkait dengan kompetensi / skill setiap siswa berdasarkan jurusannya ,ini dimaksudkan untuk memberi penilaiaan terhadap capaian hasil praktek kerja siswa sekaligus mengukur tingkat kemampuan atau keahlian berdasarkan spesifikasi jurusan .

Diwawncarai awak mediarakyatnews.com kepala SMK 3 Ternate Djunaidi S.pd M.pd menuturkan peserta untuk UKK tahun 2021 terdiri dari Tataboga 3 orang , Tatabusana 5 orang , Tata kecantikan 4 orang , Menejemen perhotelan 8 orang dan Keperawatan 8 orang .

” Dengan ketersedian sarana prasana yang memadai berdasarkan jurusan yang tersedia ,UKK bisa berjalan sesuai dengan harapan dan target yang kita buat . Sekalipun jumlah peserta UKK masih terbatas tapi yang diharapkan adalah proses ini pelaksanaannya benar benar objektif ,hasilnya juga terukur ,tidak ads penilaian subjektif juga hasil UKK ini merepresentasikan keberhasilan proses belajar mengajar di lembaga pendedikan ini ” cetus Djunaidi .

Hadir pula pada UKK SMK 3 tahun 2021 , kepala seksi peserta didik SMK Dinas Pendedikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Rastam Sudirman. Menurut Rastam keberadaan SMK saat ini sangat diperhitungkan . Sejalan dengan lajunya perkembangan dunia usaha dan industri yang serba kompentitif , ini memberi peluang dan kesempatan bagi para pencari kerja . Lanjut Rastam , kurikulum pendedikan vokasi yang diterapkan di SMK menjadi modal berharga guna penyiapan out put lulusan SMK dengan kemampuaan / kompetensi skill yang mumpuni untuk bisa diserap masuk ke pasar kerja berupa dunia usaha dan industri tersebut.

” SMK hadir untuk menjawab masalah ,SMK hadir dengan terobosan menggandeng dunia industri , dan dunia industri itu pun membutuhkan legalitas . Untuk memenuhi legalitas itu maka setiap sekolah SMK melakukan UKK .Selanjutnya out put lulusan SMK yang tadinya mengekuti tahapan UKK akan diberikan sertifikat . Sertifikat inilah bukti legalitas lulusan ” jelas Rastam.
Menyikapi terobosan yang sementara dilakukan kepala SMK 3 dengan program jemput bola guna mengatrol animo calon siswa untuk masuk ke SMK 3 , Rastam sangat memberi aperesiasi untuk itu . Menurut Kasi peserta didik ini pemerintah daerah melalui Disdikbud akan membuat pembatasan kuota calon siswa di sejumlah SMA Negeri yang ada di kota Ternate . Pembatasan ini dengan melihat aspek aksesibilitas jarak tempuh siswa dari rumah ke sekolah . Selain nilai tes masuk calon siswa juga menjadi alasan kebijakan pembatasan kuota . Ini dimaksudkan agar sekolah sekolah tersebut tidak mubajjir dalam pemenuhan kuota calon siswa , selain kebijakan pembatasan ini untuk efektifitas layanan pendedikan. (ATENG MRC)

 570 kali dilihat,  135 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.