TEROBOSAN PROGRAM KEPSEK SMP 1 JAILOLO HALMAHERA BARAT

Halmahera Barat, (MR) – Sekolah sebagai pusat pembelajaran ,persemaian nilai nilai peradaban dan sentra pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi menuntut adanya inovasi dan kreasi dari setiap pelaksana pendedikan yakni guru dan kepala sekolah. Itu adalah simpulan diskusi dan sesi interview awak mediarakyatnews.com dengan kepsek SMP 1 jailolo Halbar : Halil Taib Spd MM. Menurut kepsek pendedikan dalam konteks ilmu pengetahuan dan tehnologi selalu bersifat dinamis. Sejalan dengan itu pula setiap pelaksana pendedikan ( guru / kepala sekolah) harus disyaratkan memiliki kompetensi akademik termasuk profesionalisme dalam meng upgrade potensi personalitynya dan kemampuan pedagogisnya untuk tetap eksis dalam dialektika dan dinamika perkembangan pendedikan.

” Ini adalah bagian dari program saya saat ini dan kedepan bagaimana menjadikan lembaga pendedikan yang menjadi kebanggaan rakyat Halbar ini untuk menjadi sentra pembentukan tipikal generasi muda / anak didik yang berwawasan kebangsaan, memiliki kemampuan secara akademik,mampu beradaptasi dengan tuntutan perkembangan tehnologi informasi( IT ) tapi tidak harus kehilangan esensi identitasnya sebagai anak bangsa yang punya kepemilikan landasan nilai nilai spritual termasuk landasan kearifan lokalnya. Semua itu bisa tercapai apabila ditunjang dengan proses pembelajaran yang efektif yang cakupannya didukung oleh kesiapan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran termasuk dukungan lingkungan dan masyrakat ” .jelas Halil .

Sekalipun dalam situasi pandemi covid ,kegiatan pembelajaran tetap berjalan maksimal .” Untuk saat iniSMP 1 jailolo Halbar memberlakukan metode belajar secara tatap muka dengan menggunakan sistim sift. Sikon covid ini sesungguhnya tidak menurunkan sprit dan dedikasi guru guru untuk tetap konsisten melaksanakan proses belajar. Alhamdulillah guru guru kira tetap eksis sekalipun disaat kemarin kita agak ribet dalam penerapan metode daring dan luring ” ungkap Halil .

SMP 1 Jailolo Halbar saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 437 siswa . Lembaga pendedikan dengan status akreditasi A ini memiliki siswa muslim sebanyak 98 persen dan sisanya adalah siswa kristiani .
Sebagai kabupaten yang didominasi penduduk muslim dan nasrani, persemaian nilai nilai toleransi antara sesama adalah hal yang teramat penting. Ini demi terciptanya kehidupan/ aktifitas sosial termasuk aktifitas pendedikan bisa berjalan baik. ” Tidak harus ada gap atau kesenjangan antar sesama ,tidak harus ada dikotomi siswa muslim dan kristiani. Semuanya adalah bagian dari anak bangsa. Dan setiap anak bangsa berhak mendapat layanan pendedikan secara adil dan merata ” harapnya. (ATENG MRC)

 253 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.