
Ternate, (MR) – Penyaluran bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar ( PIP ) dari anggota DPR RI PDIP Dapil Maluku Utara , Irene Lusyana Roba ( Iren) ke siswa siswi SD Penggerak 27 dan 28 Kota Ternate berlangsung Selasa ( 4/1/2022) .
Agenda kegiatan yang dipusatkan di gedung SD Penggerak 27 dan 28 tersebut dihadiri ketua tim penyaluran , Hambali Idris ,Kepsek SD Penggerak 27 , Hapsa Usman Hidayat , S.Pd SD ,M.Pd , Kepsek SD Penggerak 28 Lutfi Soleman ,S.Pd , M.Pd juga para orang tua siswa penerima bantuan .
Beasiswa PIP yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPR RI tersebut diberikan kepada siswa siswi SD yang berdasarkan data Dapodik siswa tersebut adalah berasal dari keluarga tidak mampu .
Diwawancarai awak mediarakyat , Kepsek SD Penggerak 28 Kota Ternate Lutfi soleman , S.Pd , M. Pd menyebutkan ditahun 2021 siswanya yang terdata di Dapodik sebagai siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu itu sebanyak 49 siswa . Mereka berhak untuk mendapat kucuran bantuan beasiswa PIP . Nominal bantuan per siswa adalah Rp .450 .000.
” Kita sangat berterimakasih atas wujud kepedulian dari wakil rakyat kita yang ada di Senayan terutama Ibu Iren ( baca : Irene Lusyana Roba ). Mudah mudahan ini bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan para siswa ” tandas Lutfi .
Ia juga menyebutkan sekolahnya tahun ini tercatat mendapat kucuran dana beasiswa yang bersumber dari dana aspirasi ( DPR RI ) juga bantuan dana beasiswa yang bersumber dari Pemda / Dinas Pendidikan .
” Untuk bantuan beasiswa dari jalur Pemda , sekolah kita kebagiannya 9 siswa . Kuotanya sangat terbatas padahal banyak siswa yang sebenarnya sangat membutuhkan . Alhamdulillah dengan program PIP ini siswa yang belum kebagian tersebut bisa mendapat akses untuk itu ” sebut Lutfi .
Pernyataan senada juga disampaikan Kepsek SD penggerak 27 Hapsa Usman Hidayat . Menurut Hapsa bantuan beasisws yang bersumber dari Dana Aspirasi oleh Ibu Iren adalah sebagai wujud social responsibility wakil rakyat kita yang ada terhadap kemajuan pendedikan khususnya yang ada di Kota Ternate . Ini tidak tersangkut dengan kepentingan politik praktis oleh karena sumber budgetnya dari Dana Aspirasi . Jadi sudah merupakan kewajiban dari wakil rakyat kita . Lagian juga bukan hanya SD 27 dan 28 yang kecipratan bantuan tersebut tapi juga untuk sekolah lainnya ” tutur Hapsa .
Lanjut Hapsa SD Penggerak 27 mulai kepimpinannya telah mendapat alokasi bantuan PIP terhitung sejak tahun 2018 sebanyak 200 siswa , 2020 sebanyak 50 siswa dan 2021 juga 50 siswa .
Sebagaimana diketahui SD 27 dan 28 adalah memiliki status sebagai sekolah penggerak . Mekanisme dan prosedur penetapan Sekolah Penggerak itu diatur oleh Kementrian Pendedikan , Riset dan Tehnologi melalui satu sistem seleksi yang diikuti oleh seluruh kepala sekolah se Indonesia .
Untuk Maluku Utara khususnya Kota Ternate ditahun 2021 atau tahap pertama berhasil meloloskan 4 sekolah / Kepsek yakni SD 27 , SD 28 , SD 40 dan SD 49 .
Penetapan status Sekolah Penggerak ini mengacu pada instrumen kompetensi Kepala Sekolah dan bukan pada instrumen sekolahnya .
Kepsek SD 27 Hapsa Usman Hidayat berharap dengan status sekolahnya sebagai Sekolah Penggerak saat ini pihaknya butuh kolaborasi kerja sama dengan semua elemen terutama masyarakat dan Pemda . ” Kita butuh intervensi Pemda dan masyarakat untuk gerak perubahan ( action change ) sekolah ini kedepan sekaligus Lembaga Pendidikan ini bisa menjadi pilot project bagi sekolah lain ” tegas Hapsa .
Sementara menurut Lutfi yang juga Kepsek SD 28 Status Sekolah Penggerak ini nantinya akan menjadi katalis baru atau percepatan perubahan demi akselerasi kemajuan pendidikan . ” Hilir dari program Mas Mentri ( baca : Nadiem Makarim ) melalui Sekolah Penggerak ini akan menghasilkan siswa yang berketuhan yang maha esa , yang memiliki nalar kritis ,gotong royong , mandiri dan berkebinekaan ” cetus Lutfi . KOKO ATENG MRC
