Kepala Disnaker Halsel, Diduga Terlibat KKN

Ternate-Maluku Utara (MR)
Organisasi Kepemudaan yang menamakan dirinya Aliansi Pemuda Gane yang diketuai Humin menyoal ten-tang program Padat Karya yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halma-hera Selatan tepatnya didesa Saketa Kecamatan Gane Barat yang dinilai menyimpang dan syarat KKN (korupsi kolusi dan Nepotisme) .
Program Padat Karya ini ada dua kegiatan produktif dan infrastruktur namun kenyataan dilapangan bahwa yang dilaku-kan oleh dinas terkait adalah pembuatan saluran got. Hal tersebut disampaikan oleh Humin kepada media rakyat bebe-rapa waktu lalu “sesuai dengan fakta yang mereka temukan bahwa banyak penyimpangan yang dilakukan oleh dinas terkait program padat karya tersebut “. Selain itu kata humin dana tersebut berasal dari APBN 2011 bukan dana DAK-DAU.
Dana program tersebut senilai Rp. 100 jt, sementara kegiatan dilapangan untuk pembuatan saluran got 100 meter masing-masing 50meter 50jt tetapi hasil laporan yang disampaikan ke masyarakat tidak sesuai dengan kenyataan bahwa 100jt untuk pembuatan saluran tersebut ternyata hanya dipakai 50jt sementara sisanya entah dikemanakan?..
Ia menambahkan semesti-nya program Padat Karya yang dilakukan oleh dinas terkait sesuai dengan Perpes 54 pasal 28 tanpa melalui tender namun sesuai peraturan yang ada apabila ada salah satu SKPD yang melakukan program ter-sebut  untuk pengadaan mate-rialnya harus melibatkan pihak ketiga dalam hal ini rekanan atas kontraktor tetapi dinas tidak memberikan kesempatan terse-but sehingga semua kegiatan padat karya ini dilakukan oleh orang dinas sendiri yang masih ada hubungan keluarga dengan kadis Ahmad Kiat.
Kewenangan diberikan penuh kepada keponakannya sendiri selaku Kabid Penem-patan Tenaga Kerja Hamjun Kambei yang merangkap seba-gai ketua panitia, juru bayar, sekaligus kontraktornya untuk pengadaan materialnya. Sejauh ini mereka sudah berusaha meminta keterangan kepada dinas terkait namun belum ada penjelasan.jelas muin selaku ketua aksi . (yun)

Related posts