Ke Bhinekaan Yang Mulai Terkikis CORONA

Kita sering mendengar istilah Bhinekka Tunggal Ika semenjak kecil di sekolah maupun
lingkungan, Nampak tak asing sekali kalimat itu. Ya benar itu adalah semboyan Bangsa
Indonesia yang Artinya Berbeda-beda Tapi Tetap Satu. Tapi makna Dewasa ini sepertinya sudah
banyak penyimpangan dalam makna Ke-Bhinekaan, semua semakin individu dan mementingkan
kepentingannya Pribadi di Bandingkan Kepentingan Bersama.

Ambil contoh dalam hal kesehatan seperti Donor Darah, yang kita tau sangat penting di negara
manapun di Dunia akan pentingnya Berdonor darah karena sangat di butuhkannya darah di
Rumah Sakit manapun, diantaranya untuk mengurangi angka kematian bagi yang terkena
musibah kecelakaan, untuk memberikan stamina dan melawan suatu virus, atau karena terkena
penyakit yang membutuhkan sel darah itu sendiri sebagai sarana penyembuhan. Sudah sangat
sulit sekali Bank-bank darah serta Rumah Sakit mendapatkan stok darah yang di butuhkan,
padahal itulah yang sangat penting karena menyangkut nyawa seseorang, hal yang rasanya kecil
itu membuktikan kita sebagai manusia sudah sulit sekali untuk membantu mengulurkan tangan
untuk sesamanya.

Seakan semua sibuk dengan kepentingannya sendiri dan tidak ada yang perduli atau mau
membantu, sekarang di tengah kondisi CORONA ( COVID 19 ) yang melanda, kita juga pertama
kalinya manusia di pisah-pisahkan menjadi individu kecil bahkan untuk berjumpa dengan 5-6
orang saja dihilangkan. Tapi inilah musibah pertama di Zaman millennium ini yang membuat
manusia menjadi sosok semakin individualis, terlepas itu adalah karena sebuah VIRUS yang
membunuh manusia. PSBB ( Pengelompokan Sosial Berskala Besar ) di adakan dibanyak kota
dan Provinsi di Indonesia, kita semua berharap agar segera Virus itu menghilang dari tanah Bumi Pertiwi.

Doa dari semua Doa Agama yang ada di Indonesia di kumandangkan, tanpa terasa sosok
individu kita bersama dalam Doa masing-masing agama, kita umat manusia tetap saling bersatu
dan menjadi sosok manusia sosialis kembali, individu menjadi sebuah kelompok dan persatuan
dan kesatuan kembali erat. Saudara, kawan, teman, sahabat kembali tercipta dan suasana kembali.

Indah dengan banyaknya persaudaraan dan persahabatan dimanapun. Tidak ada timbul
kecurigaan dan saling hormat menghormati satu sama lain, tidak membedakan SARA ( Suku,
Agama, Ras, dan Antar Golongan ).

Hingga akhirnya Ke Bhinekaan itu kembali ada di BUMI INDONESIA.

Indonesia kembali menjadi sosok Kuat, Bangkit, Ramah-Tamah seperti ajaran pendahulu kita
dengan Semangat dari Ke Bhinekaan yang telah tertanam di diri kita semua, yang telah diajarkan
oleh Orang-Tua kita, Kakek-Nenek kita, dan oleh Para Pendiri Bangsa.
Sekian, Terima Kasih. (Herry K)

Related posts