FAKTOR PERSELINGKUHAN PICU TERJADINYA KASUS PERCERAIAN DI KECAMATAN JAILOLO HALBAR

Halmahera Barat, (MR) – Berdasarkan daftar register kasus perceraian di kantor Urusan Agama ( KUA ) kecamatan Jailolo, untuk tahun 2020 / 2021 sebanyak 9 kasus dengan katagori 7 kasus perceraian dan dua lainnya belum terlengkapinya persyratan nikah.

Kepala KUA Kecamatan Jailolo , Jamaluddin Ismail S.Ag MH menjelaskan pemicu terjadinya perceraian karena berawal dari hadirnya orang ketiga yang menjalin perselingkuhan hingga berklimaks pada tuntutan cerai. Faktor faktor lainnya seperti pengaruh media sosial melalui HP android dan faktor ekonomis dan biologis menurut Jamaluddin faktor tersebut terbilang sangat minim.” 7 kasus itu pemicunya adalah hadirnya orang ketiga atau selingkuhan. Untuk dampak media sosial , soal ekonomi dan biologis terbilang minim” ungkap kepala KUA Jailolo kabupaten Halmaherah Barat .

Menyikapi akan hal tersebut KUA melalui anggaran pengembalian Nikah Rujuk ( NR) ditahun 2020 kemarin intens melakukan sosialisasi kaitannya dengan amanat UU No 16 tahun 2019. Sosialisasi ini kaitannya dengan dampak pernikahan usia dini .keluarga sakinah ,serta dampak perceraian. Selain itu melalui kantor Kemenag Kabupaten intens juga dilakukan pembimbingan nikah setahun sekali.

Ia berharap masyarakat terutama orang tua dan setiap lembaga pendedikan harus intens pula memberi pemahaman berupa nasihat dan edukasi kepada setiap anak atau peserta didik disetiap lembaga pendedikan menengah tentang dampak negatif yang ditimbulkan dari nikah di usia dini .” Dalam amanat regulasi UU NO 16 tahun 2019 itu sudah diatur usia ideal untuk menikah itu adalah 19 tahun. Diusia tersebut setiap pasangan yang mau menikah itu sudah dinyatakan dewasa. Dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi dan biologispun sudah layak ” .jelas Jamaluddin. (ATENG MRC)

 389 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.