AHY Tinjau Kampung Nelayan Tanjung Kait

Kabupaten Tangerang, MR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf meninjau Kampung Nelayan Tanjung Kait, Tangerang.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Kamis (16/4/2026), AHY tiba di lokasi pukul 10.59 WIB. Setibanya di lokasi, ia mengunjungi rumah-rumah para nelayan yang telah direnovasi. Ia menilai kondisi kampung nelayan Tanjung Kait ini kini lebih baik setelah dilakukan revitalisasi.

Penataan kampung nelayan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo yang menginginkan agar nelayan di Indonesia sejahtera.

“Hari ini kami secara langsung melihat kondisi kawasan pemukiman yang sebelumnya bisa dikatakan kurang layak untuk hidup. Kemudian dilakukan pembangunan, penataan rumah masyarakat terutama nelayan,” ujar AHY.

“Kami tentunya berupaya untuk mendorong sekaligus memastikan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk para nelayan kita, semakin baik dari hari ke hari sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk memastikan nelayan lebih baik lagi. Kondisi sebelum dan sesudahnya jauh sekali. Sebelumnya bisa dikatakan kumuh dan sekarang ASRI,” sambungnya.

Sebagai informasi, Kampung Nelayan Tanjung Kait ini memliki luas lahan sekitar 1,3 hektare. Di mana di area ini terdapat 110 rumah nelayan yang dilakukan pembangunan.

Pembangunan ini merupakan kolaborasi dari pemerintah setempat bersama Habitat for Humanity, dan juga Koperasi Dhuafa. Di mana pembangunan kampung nelayan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 13 miliar.

Dalam kunjungan tersebut, AHY senang karena beban nelayan tidak terlalu berat dalam mengangkut rumahnya. Ia mengatakan bahwa setiap minggunya, nelayan hanya perlu membayar sekitar Rp 140.000 dengan tenor empat tahun.

“Tentunya yang terakhir warga sendiri yang tentunya ingin segera bisa menuntaskan tanggungannya. Dan kita pastikan nanti di sini juga hadir dari kementerian ATR/BPN, Kantah, Kantor Pertanahan ya, agar sertifikat tanah ini juga bisa segera dituntaskan,” terang AHY.

AHY menambahkan kampung nelayan ini akan jauh lebih tertata. Ia mendapatkan laporan bahwa akan ada pembangunan sentra kuliner, infrastruktur pemecah gelombang, tanggul penahan abrasi dan dermaga.

“Dan selebihnya kita ingin memastikan juga ada pabrik es. Nah tadi Pak Wamen menceritakan pabrik esnya juga yang spesifik menggunakan slurry ice,” tuturnya. (Sihar Sihombing)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.