
Ternate, (MR) – Sepertinya sekolah sekolah lainnya, belajar di masa pandemi covid sesungguhnya menyisakan problem akut. Dari terbatas penggunaan HP android,pulsa data hingga kerja ekstra guru guru dalam penerapan metode daring dan luring.
Saat diwawancara awak mediarakyatnews.com, kepsek SD 22 Bastiong Ternate, NURDALIFAH BAILUSY ,S,Pd mengakui kompleksitas pembelajaran di masa pandemi menuntut setiap guru harus tampil all aut semisal harus mempersiapkan materi pembelajaran.
Guru guru juga harus mengarahkan siswa terutama dalam pengoperasian perangkat HP Android dengan model aplikasinya,kemudian guru guru juga harus telaten memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah bahkan guru guru juga harus siap mendatangi siswa di rumah jika siswa tersebut tidak memiliki HP Android. “Kita tetap konsisten dalam pembelajaran dan tetap pula tunduk pada aturan protap kesehatan,sebagai kepala sekolah saya setiap saat melakukan kontrol dan evaluasi,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan suksesnya kegiatan pembelajaran atau capaian mutu pendidikan yang baik terutama pembelajaran pada masa pandemi covid tidak hanya menuntut keaktifan guru guru tapi butuh juga sentuhan partisipasi penuh dari orang tua siswa. “Saya sudah berulang kali menyampaikan ke orang tua siswa dalam setiap rapat atau pertemuan bahwa 3 kemitraan yang harus terus bersinergi guna tercapaix mutu kualitas pendedikan.
3 kemitraan itu adalah sekolah ,orantua siswa atau masyrakat dan unsur pemerintah.” Saya optimis jika 3 komponen kemitraan ini bisa berjalan baik maka InsyaAllah setiap masalah atau problem pendidikan sesulit apapun problem itu jika kondisi baik maka itu akan terselesaikan” jelasnya.
Ia juga memberi apresiasi kepada pemerintah kota yakni dinas pendidikan yang saat ini telah menginstruksikan penerapan model stimulasi pembelajaran tatap muka. ” kita berharap pandemi covid secepatx berakhir sehingga kegiatan pembelajaran bisa normal kembali ” .tutup. (ATENG MRC)
