Belajar Dimasa Pandemi Butuh Keteladanan dan Contoh Real

Ternate, (MR) – Sebagai institusi pendidikan ,sekolah berperan penting dalam proses transfer pengetahuan kepada subjek didik .Selain itu sekolah juga dituntut memberikan contoh postif. Guru sebagai pendidik dan pembimbing perlu memberi contoh real yang merepresentasikan nilai keteladanan yang akhirnya di tiru oleh peserta didik .

Pokok pemikiran itu yang sempat disampaikan kepala sekolah SD 30 Kayu Merah Kota Ternate, Ru’ya Ismail SPD.I saat mengawali bincang bincang dengan awak mediarakyatnews .com. Menurut Ru’ya belajar di masa pandemi covid seperti saat ini butuh kerja ekstra dari setiap guru guru .Selain transfer pengetahuan kepada peserta didik, guru juga harus mampu memberi contoh dalam bentuk tindakan nyata ( real action ) yang selanjutnya berimpact kepada siswa .
” Kita belajar di masa pandemi tentunya berbeda dengan belajar di masa situasi normal . Belajar di masa pandemi banyak hal baru yang berkaitan dengan pola tingkah laku . Dalam hal ini misalnya belajar dan pembelajaran harus tunduk dan taat pada aturan protap kesehatan ,seperti siswa harus cuci tangan lebih awal,menghindari kerumunan,memakai masker.Kebiasaan yang mungkin sebelum pandemi hal ini tidak pernah diterapkan.Guru dalam konteks ini tidak hanya berperan menyalurkan pengetahuan kepada siswa tentang bagaimana teknis mencuci tangan,memakai masker atau menghindari kerumunan tapi juga perlu memberi contoh tentang cara cara tersebut ” .jelas Ru’ya.

Saat ini pula SD 30 Kayu Merah Kota Ternate tengah menerapkan model simulasi pembelajaran tatap muka. Simulasi pembelajaran tatap muka ini tetap tunduk pada aturan protap kesehatan. ” kita telah menyediakan semua fasilitas seperti Hand Sanitizer ,alat pengukur suhu,masker ,dan melarang setiap siswa untuk tidak berkerumun. Juga untuk menghindari mobilitas dalam jumlah siswa yang banyak kita membagi siswa per kelas dalam dua bagian . Jadi siswa yang setiap kelasnya itu berjumlah 30 kita bagi menjadi dua rombel ,idealnya jumlah masing masing rombel adalah 15 siswa ” .Tuturnya.

Guna suksesnya kegiatan pembelajaran Ru’ya selalu berkoordinasi dengan komite dan orang tua siswa . Ini dimaksudkan agar sebagai kepala sekolah Ia bisa menyerap masukan dalam bentuk saran atau pendapat. (ATENG MRC)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.