Natuna (MR) – Kabupaten Natuna, merupakan Kepulauan Terdepan berbatasan dengan Negara Tetangga. Meski paling ujung, Natuna menyimpan banyak kekayaan alam. Bahkan Natuna ditetapkan sebagai Daerah Penghasil Migas. Sayangnya masih banyak masyarakatnya belum menikmati hasilnya.
Memang, sejak tahun 2011, Pemerintah Pusat lewat Kementerian, berbondong bondong,meluncurkan berbagai proyek di Natuna. Mulai dari Bantuan Tenaga Surya, Dari KPDT. Maupun dari Kementerian BUMN, Belum lagi, Bantuan Tower, Telkom Pedesaan, dengan memakai satelit maupun visat, Namun semua itu hanya jadi Pajangan saja, karena proyek , tidak lama berfungsi.
Seperti dialami warga desa Sebadai Ulu. Kecamatan Bunguran Timur Laut . Diera systim digital ini, mereka kesulitan untuk berkomunikasi. . Kami sudah 4 tahun rindu akan signak telkom sel
Dulu ada proyek pembangunan tower didesa ini, tahun 2012 lalu, dari Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Telkomsel. Saat itu masyarakat senang dan sempat merasakan nikmatnya berkomunikasi melalui HP.
Sayangnya tower milik kementerian komunikasi Informatika itu, hanya seumur jagung. Tidak ada perbaikan sampai sekarang. Apakah dana pemeliharaan ikut di ’embat” juga , Kita juga tidak tau. Al hasil, tower itu hanya jadi pajangan, dan besi tua saja.
“Katanya mesin Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menghidupkan pemancar tidak berfungsi lagi.” ucap Sodir warga Sebadai Hulu,.
‘Jaringan seluler bisa digunakan,hanya 3 bulan saja sinyalnya mulai hilang timbul.”
Pada hal warga senang sekali , adanya pembangunan tower Telkomsel di desa ini. Banyak yang membeli handphone hanya untuk menelepon keluarga di kota ranai,” kata Sodir saat ditemui di desa Sebadai Hulu. Tapi sekarang putus total.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sebadai Hulu Ilyas M. Niat meminta agar jaringan komunikasi didaerahnya bisa kembali normal.pupus sudah. Kami tidak dapat berkomunikasi, kalau mau nelpon sanak keluarga, harus keluar dari desa ini.
“Jadi jika kita ingin mendapatkan sinyal harus pergi kearah jalan tanjung maupun ke Desa Kelanga yang jaraknya sekitar 10 kilometer,” paparnya.
Ia juga mengharapkan supaya jaringan telkomsel di wilayah desa Sebadai hulu dan sekitarnya bisa mendapatkan jaringan telekomunikasi yang jelas, bukan baru 3 bulan sudah rusak.
Dari hasil penelusuran dilapangan, di pastikan proyek pembangunan tower, di desa sebadai ulu, lahan “korupsi”. Selain tidak bermanfaat, tidak ada dana pemeliharaan, sebagaimana mestinya . untuk itu aparat hukum diharap turun tangan./Roy.
