Natuna (MR)- Guru adalah pahlawan tampa jasa, tampa mereka. Semua pejabat dimuka bumi ini, tidak akan berhasil. Namun sering kali Kita luoa akan jasanya, bahkan hak hak mereka ,kadang luput dari pantauan.
Seperti yang terjadi belakangan ini, sejumlah guru non sertifikasi,merasa prihatin akan nasibnya. Penyebabnya, ada dana non sertifikasi, belum terbayarkan selama 5 bulan. Pada hal dana itu sangat Kami butuhkan, sebagai tambahan gaji, ucap salah seorang guru, yang ditemui wartawan koran ini.
‘ Benar pak, ada lima bulan dana non sertigikasi guru,nelum terbayar.” kami juga ngak tau kenapa itu bisa terjadi. Hal itu. Terungkap ketika wartawan koran ini menelusuri beberapa guru yang mengajar di Kabupaten Natuna. Ia juga minta identitasnya tidak dimuat.
Budiman, salah satu staf di Dinas pendidikan Natuna, mengakui, jika dana non sertifikasi guru Tahun lalu belum terbayarkan .
Alasannya ,karena dana transper, DAK,non pisik, tidak turun dari Pusat.
Kami sudah bayarkan, sesuai anggaran yang turun dari Kementerian Pendidikan, lewat Kementerian Keuangan. Kalau dananya tidak dikirim, gimana mau dibayar, ucap Budiman.
Menurutnya. Bertbagai upaya telah Kami lakukan, t fengan cara menyurati Kementerian Pendidikan. Dan sudah ada pertemuan . Hasilnya, Mereka akan mempelajari, kenapa, bisa tidak tersalurkan, ucap Budi.Bahkan Kita juga sudah beberapa kali menjelaskan kepada guru, selama ini tidak ada komplain.
Sementara itu, data jumlah guru non sertifikasi, di Kabupaten Natuna sebanyak 490 org. Satu orang, mendapat Rp.250.000 / bulan. Jika x 5x 490 org, totalnya Rp.6.125.000.000. Jadi pertanyaan dimana dana tersebut bersarang?. Bukan kah dana non sertifikasi, sudah dianggarkan pertahunnya. Kenapa Pemerintah Pusat tidak mentranspernya. Perlu ditelusuri.
Budiman menambah kan untuk tahun 2017 lancar. Tidak ada masalah. Saya senang juga di publikasi biar tidak saling curiga./Roy.
