Depok, (MR) – Minggu 03-05-2020. Di tengah pandemi wabah Covid-19 yang terjadi di indonesia, khususnya di daerah Jabodetabek sungguh membawa dampak yang begitu besar terlebih bagi khidupan ekonomi masyarakat.
Namun sejauh ini hanya pekerja harian, UMKM, Ojek Online yang mendapat perhatian pemerintah maupun pihak sawasta. Namun ada sisi yang terabaikan oleh pemerintah yaitu pelaku seni, yang mengharapkan penghasilan dari setiap kali pertunjukan seni.
Pelaku seni trasidisional di Jabotabek Khusus nya pelaku seni Tradisional Batak juga terkena dampaknya, bahkan sumber pebghasilan menjadi lumpuh total. Para Pelaku Seniman Batak yang biasa acara adat dalam kegiatan kegiatan Pernikahan ulang tahun Bona Taon
dan acara kematian, kini tidak bisa tampil akibat Covid-19.
Hal itu disampaikan salah satu seniman asal Sumatra Utara Oppung Dauruk Seruling. Saat di konfimasi oleh awak media rakyat, Dauruk mengatakan “ada sekitar 300 seniman Batak Toba di Jabodetabek. Bagi Seniman, khususnya seniman Tradisional batak Toba maupun tari, terkait dengan seni dan budaya Batak, memang sangat berdampak terhadap ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19”.
Bagi seniman yang mengemban Musik Tradisional batak toba dalam aktivitas berkesenian, hanya berharap pada kegiatannya terkait pesta-pesta batak yang diselenggarakan khususnya di acara Tradisional
Batak.
Seniman yang kerap dipanggil Prendi Siahaan menambahkan, akibat Covid-19 membuat para seniman beralih kegiatan, bahkan ada beberapa seniman, sampai Membuka Tambal Ban untuk
menutupi kebutuhan hidup. Tidak semua seniman hidup berkecukupan dan bergelimangan harta. Namun banyak juga seniman yang berpenghasilan sehari hanya cukup untuk makan sehari.
“Terlebih seniman yang mengharapkan penghasilan harian per setiap kali pertunjukan. Bagi para seniman yang tidak memiliki keahlian yang mengikuti teknologi dan tidak pernah mengikuti akademisi dan pendidikan seni, melainkan otodidak, dan mengabdi dari masa ke masa dan dengan konsep tradisional, tentu sangat kesulitan ekonomi terlebih dampak PSBB,” Lanjut Prendi Siahaan.
Para seniman Se-Jabodetabek terlebih yang berada desa-desa, khususnya seniman yang memang ekonominya lemah, perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah baik secara moril dan material. “Jujur saja para seniman di Jabodetabek sangat membutuhkan bantuan dimana selama ini mereka telah berkontribusi ikut menjaga seni dan kebudayaan tradisional Indonesia, kususnya budaya musik Batak Toba” sambung prendi dikala menyampaikan harapannya. Kiranya pelaku seni jangan di abaikan sambung Perendi Siahaan. (Japotir.S)
