Tambang Bauksit Hancurkan Usaha Masyarakat

Bintan,(MR)

Tambang bauksit yang berlokasi di perkampungan masyarakat KM 18 arah Kijang Kabupaten Bintan timur Pro-vinsi Kepulauan Riau yang dikuasai oleh P.T Kereta Kencana telah mengakibatkan kerusakan lingkungan dan meresahkan serta merugikan masyarakat .

Akibat dan dampak dari tambang bauksit tersebut berdampak langsung kepada usaha masyarakat yang ada di lingkungan perusahaan. Salah seorang penduduk setempat yang bernama Baban Hasibuan yang mengelola usaha tambak ikan lele menuturkan semenjak tambang bauksit ini beroperasi ikan saya banyak yang mati ujar Hasibuan, belum lagi debu yang ditimbulkan oleh kenda-raan lori (dumtruck) yang lalu- lalang melintasi jalan kam-pung yang banyak rumah warganya.

Usaha warga yang sudah dirintis selama lebih kurang 15 tahun silam kini terancam punah. Usaha ini merupakan mitra binaan pasca tambang CSR P.T ANTAM dan sudah diketahui pemerintah setem-pat. Disinilah tempat belajar dan berkumpul untuk masya-rakat binaan petani tambak untuk pembibitan ikan gurami, ikan lele dan lain-lain.

Selama ini petani tambak binaan P.T.Antam telah menikmati hasil panen lebih kurang 15.000 ekor setiap kali panen. Masyarakat berharap agar perusahaan tambang bauksit dalam hal ini P.T. Kereta Kencana dapat mem-perbaiki atau mengalihkan saluran limbah air dari pencu-cian bauksit agar tidak melalui tambak masyarakat.

Masyarakat setempat sebenarnya sudah mencoba untuk berdialog dengan pihak perusahaan dengan cara melaporkan hal ini kepada RT,RW dan lurah setempat, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak terkait. >>Jemmi-Fathul.

Related posts