Kabupaten Malang, (MR)Tahun 2018 mendatang Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, bakal membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Tak tanggung-tanggung, untuk merealisasikan pembangunan rusunawa tersebut DPKPCK menyiapkan anggaran sekitar Rp 14 milyar.
“Proyek rusunawa ini merupakan realisasi dari bantuan program perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2018, dengan nilai total Rp 25 milyar. Rencananya, pembangunan akan dikonsentrasikan di kawasan Perkantoran Terpadu (Block Office) Pemkab Malang di Kepanjen. Dari total bantuan program perumahan kementerian PUPR itu kita alokasikan anggaran Rp 14 miliar khusus untuk rusunawa ASN,” ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Ciptakarya (DPKPCK) Ir Wahyu Hidayat MM senin siang (4/12).
Ditambahkannya, sesuai desain yang sudah dibuat, bangunan nantinya akan berlantai empat. Sedangkan untuk melengkapi bangunan rusunawa tersebut nantinya bakal di lengkapi lift. “Total unit nantinya berjumlah 62 unit. Perbangunan atau ruang, berukuran 6 meter x 6 meter,” ungkap Wahyu.
Selain itu Untuk mendukung unit, beber Wahyu didalamnya dilengkapi dengan dapur dan tempat menjemur pakaian. Sedangkan kamar, terdiri atas satu kamar utama dan satu ruangan besar yang bisa dirubah menjadi kamar tambahan. “Untuk mendukung Rusunawa, di luar gedung juga akan dilengkapi dengan taman. Sebagai langkah awal, tahun ini lokasi itu sudah dilakukan pemerataan jalan,” tambah pria yang juga mantan Kadis Pengairan Kabupaten Malang ini.
Tidak hanya taman, tambah Wahyu desain unit Rusunawa itu nantinya juga berstandart difabel. Kami sudah mempertimbangkan semuanya, sehingga nantinya meskipun ukuran per unit hanya 36 meter persegi namun juga standart difabel,” terang Wahyu.
Masih menurut Wahyu , dari total 62 unit yang di bangun , 50 di peruntukkan bagi ASN selebihnya akan di manfaatkan untuk tamu dan atlet. Ketika ada tamu pemkab Malang , nantinya bisa kita arahkan ke rusunawa ASN , jadi tidak semuanya di peruntukkan untuk di sewakan ASN. Namun juga untuk mengantisipasi lainnya,”papar Wahyu yang mengaku masih dalam suasana duka pasca meninggalnya ayahanda tercinta selasa (28/11) lalu. >>GIT
