Pebayuran, (MR)
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno, Selasa, (19/1/2016), meminta agar masyarakat di Kecamatan Pebayuran tidak terpancing emosi dan berujung keributan, terkait adanya proyek Pertamina disejumlah desa. Imbauan tersebut dilontarkan lantaran informasi adanya proyek pengurugan dan pengeboran Pertamina di 2 desa di Kecamatan Pebayuran. telah memicu konflik.
“Kalau gak ada izin ya kita stop dulu, biar Pertamina juga. Harusnya disosialisasikan dulu ke masyarakat jangan mementingkan diri sendiri. Gak usah terpancing emosi, apalagi sampai ribut antar warga,” singkat politikus Partai Demokrat tersebut.
Diungkap Taih, dalam waktu dekat Komisi A bakal melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pengurugan dan pengeboran Pertamina, yang disebut-sebut sebagai zona TGP 3 itu.
“Nanti pasti kita Sidak ke lokasi itu. Soal waktunya kapan, ya nantilah. Kita komunikasikan dulu dengan pimpinan dewan, baru bisa melangkah untuk Sidak,” jelasnya.
Gejolak masyarakat Pebayuran muncul setelah adanya proyek dari Pertamina. Isu-isu ditengah warga pun terus berkembang, dan saling menyerang dengan informasi negatif yang bisa menyulut kerusuhan. Bahkan, antara mantan Kades di wilayah tersebut beserta pendukungnya dan Pjs Kades pun berkembang, bisa memicu konflik ditengah warga. Sebelumnya dikabarkan, Senin, (18/1/2016), sejumlah warga yang wilayahnya terdapat proyek Pertamina di Desa Sumber Sari, Kecamatan Pebayuran, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bekasi. Kedatangan mereka beralasan agar DPRD bisa menjadi fasilitator pelaksanaan musyawarah desa bertujuan memilih Pjs Kades Sumber Sari. Pasalnya, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa mengisi kekosongan tersebut dengan menempatkan PNS sebagai pjs kepala desa. >>M Nasim
