PUNCAK HARI ANAK NASIONAL SECARA OFFLINE BAKAL DILAKSANAKAN SETELAH BERAKHIRNYA PPKM LEVEL 3

Foto DRA MARJORI AMAL.,M.SI KADIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA TERNATE

Ternate, (MR) – Masa perpanjangan PPKM level 3 Kota Ternate sampai 8 agustus 2021 berdampak harus diundurnya puncak pelaksanaan Hari Anak Nasional HAN yang jatuh pada 23 juli 2021 kemarin yang rencananya dilaksanakan secara ofline . Puncak pelaksanaan HAN tersebut rencananya bakal dilaksanakan setelah berakhirnya masa perpanjangan PPKM level 3 tersebut .

Ditemui di ruang kerjanya , Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate , Dra . Marjori Amal . M.Si menuturkan sekalipun puncak kegiatan HAN harus diundurkan namun pihaknya telah melaksanakan beberapa kegiatan bersama NGO Wahana Visi . Kegiatan tersebut berupa lomba tik tok dan lomba vidio pendek secara virtual yang diikuti anak anak jenjang pendedikan SD sampai SMA . Materinya tentang perlunya menghindari pernikahan usia dini dimasa pandemi .

Dalam waktu dekat instansinya juga akan bekerja sama dengan PKK dan Darma Wanita Persatuan dalam bentuk pemberian bingkisan bagi anak anak yang terpapar covid .

Kegiatan lainnya menurut Marjori adalah kunjungan ke Lapas Anak . ” Melalui kunjungan ke Lapas Anak kelas 2 Ternate kami menginisiasi perlunya didatangkan guru ngaji untuk anak anak binaan Lapas , karena kegiatan ngaji untuk anak di Lapas menurut kami tidak intens ” ungkapnya .

Selain itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3A juga sebelumnya telah melaksanakan dialog interaktif ( 22 juli 2021 ) di RRI PRO 4 Ternate . Dialog serupa juga dilaksanakan Pusat Pembelajaran Keluarga PUSPAGA sebagai unit layanan yang dimiliki DP3A .

Dimasa pandemi saat ini menurut Marjori , ketika semua aktifitas harus berlangsung di rumah , maka jelas ada konsukwensi berupa munculnya potensi konflik anak dengan anak , anak dengan orang tua atau orangtua dengan orangtua . ” Ibaratnya mereka semua itu berada dalam satu kotak ” yang berpotensi sangat sensitif dengan konflik . Ini akan melahirkan tindak tindak kekerasan termasuk kekerasan seksual ” bebernya .

DP3A Kota Ternate saat ini memiliki unit layanan PUSPAGA dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak P2TP2A . Dua unit layanan ini intens untuk melakukan edukasi , mediasi juga pendampingan termasuk secara psikologis terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. (KOKO ATENG MRC)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.