Bombana, (MR)
Polres Bombana, Sulawesi Tenggara, meningkatkan patroli keamanan di tujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bombana, menyusul akan digelarnya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS tersebut, tanggal 30 Mei 2017. Hal itu disampaikan Kapolres Bombana, AKBP Bestari Hamonangan Harahap, SIK.,MT saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/5).
“Kita sudah buat pos pengamanan di tiap TPS yang ada PSU. Kita isi anggotanya, kemudian kita tingkatkan patroli di sekitaran wilayah di tujuh TPS,” kata Kapolres yang didampingi Kasubag Humas Polres Bombana, AKP Sahar.
Seperti diketahui, dalam Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) Kepala Daerah Kabupaten Bombana, Makamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk digelar Pemungutan Suara Ulang pada 7 TPS, masing-masing, TPS 2 Lantari, TPS 1 Hukaea, TPS 2 Tahi Ite, TPS 1 Larete, TPS 1 Marampuka, TPS 2 Marampuka dan TPS 1 Lamoare. Sesuai Keputusan KPU Pusat, PSU akan digelar tanggal 31 Mei 2017.
Menurut Kaolres, patroli digencarkan menyusul semakin meningkatnya kunjungan masyarakat dari luar ke wilayah 7 TPS yang akan menggelar PSU yang dikhawatirkan dapat memicu meningkatnya kerawanan. “Karena eskalasi kerawanan kan pasti meningkat di sekitaran (TPS, red.) itu,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan patroli, kata Kapolres, sejak Senin (1/5), pihaknya telah mengerahkan personil Polres Bombana dan menempatkan 7 anggota pada setiap pos pengamanan yang telah dibangun di wilayah TPS yang akan diadakan PSU. “Sekarang kita sudah laksanakan pengamanan dari anggota Polres di setiap TPS. Kita buat tujuh pos pengamanan kita isi anggota untuk mengamankan daerah sana. Jadi kita patok mereka di sana. Pokoknya sampai PSU selesai baru kita cabut lagi. Karena kita memang untuk menjaga keamanan di sana, karena eskalasi dan jumlah orang yang datang ke tempat itu meningkat,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, meningkatnya kunjungan masyarakat juga erat hubungan dengan upaya pencarian dukungan suara bagi Paslon, yang harus diantisipasi agar tidak terjadi konflik kepentingan politik para pendukung yang dapat menyebabkan terjadinya bentrok. “Aktifitas tebar pesona sudah banyak di sana, kalau kita nggak jagain, kan yang kita hindari kan konflik dan bentrokan antar pendukung,” paparnya. Pada kesempatan itu, Kapolres menghimbau masya-rakat Bombana khususnya yang berada di wilayah PSU agar menghargai perbedaan dalam menyalurkan hak pilih, mengedepankan persaudaraan dan jangan mau dimanfaatkan untuk kepentingan orang yang tidak bertanggung jawab.
“Silakan gunakan hak pilihnya, itu hak masing-masing masyar-akat. Kalaupun pilihan berbeda tapi ingat bahwa kita semua bersaudara. Jangan sampai PSU ini memecah belah kita ataupun dimanfaakan oleh orang-prang yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. >>HT
