Dishub Bakal Benahi Sistem Lampu Yang Trouble

Kota Malang, (MR)
Kepala Dinas Perhubungan (DIshub) Kota Malang, Kusnadi, berencana akan memperbaiki sejumlah lampu lalu lintas yang membuat pengguna jalan bingung. Kebingungan yang muncul oleh para pengguna jalan adalah adanya silang jalur pada perempatan. Ada pengendara yang lurus dari arah berlawanan, namun di satu sisi pengendara juga boleh belok kanan sehingga kerap bertabrakan dengan arus yang berlawanan.

Situasi seperti itu terpantau di beberapa titik seperti di perempatan Jl Sukarno-Hatta, perempatan Jl Pattimura, perempatan Jl Letjen Sutoyo, perempatan Jl Kalpataru, perempatan Jl Galunggung dan beberapa titik lainnya.

“Semuanya di perempatan akan kami perbaiki,” ujar Kusnadi di Balai Kota Malang, Senin (8/5/2017).
Namun Kusnadi saat ini baru fokus pada keberadaan lampu lalu lintas di jalan kota. Untuk jalan provinsi, Dishub Kota Malang masih melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim. Kusnadi juga mengatakan akan ada Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang akan ditempatkan di Kota Malang untuk mengurusi soal fasilitas jalan. “Jalan nasional provinsi sudah kami tanyakan. Nanti juga akan ada dari pusat UPT yang ditempatkan di Kota Malang. Mereka akan mengurus terutama traffic yang rusak atau konslet,” ujarnya.

Dishub Kota Malang juga mendapatkan Rp 6 Miliar pada 2018. Uang itu, kata Kusnadi, akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan juga lampu lalu lintas di 16 titik di Kota Malang. Beberapa titik juga akan dipasang lampu merah seperti di pertigaan Jl Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang. “16 titik trafic yang nantinya secara otomatis bisa terpantau dari pusat dan akan saya gabungkan dengan tempat saya sehingga bisa terpantau,” paparnya.

Priyo Sampurno seorang pengendara yang biasa melintas di kawasan Jl Sukarno-Hatta mengaku harus berhati-hati ketika melintasi perempatan di dekat Politeknik Negeri Malang. Ia kerap berhenti di tengah jalan ketika melintas dari Jl Cokelat ke arah jembatan Sukarno-Hatta. “Kalau mau belok kanan, saya menunggu kendaraan dari arah berlawanan. Makannya saya berhenti. Berbahaya juga kalau main terobos,” ungkap pria asal Dinoyo ini.

Menurut Priyo semestinya lampu lalu lintas dibuat bergantian saat menyala lampu hijau sehingga tidak ada benturan arus di jalan. Terkait upaya Dishub Kota Malang akan memperbaiki sejumlah fasilitas dan sistem yang ada, bapak dua anak ini menyambut baik dan menunggu hasil nyata kerja Dishub Kota Malang. >>Giz

Related posts