Lampung Utara, (MR)Pembagian Dana Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial untuk warga kurang mampu di LK Komi Kelurahan Kotabumi ilir Kecamatan Kota Bumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) bermasalah di duga di jadikan ajang pungli. Pasalnya, pendataan keluarga PKH Oleh Ketua PKH Efrinawati di Lingkungan komi Kelurahan Kotabumi ilir Kec. Kota Bumi, penerima bantuan Program PKH tersebut dipungut biaya Rp. 100.000 dengan dalil untuk proses pendataan dan uang Administrasi.
Terlalu besarnya uang yang di minta oleh Oknum (EF) tersebut, warga masyarakat mengeluhkan pungutan biaya tersebut, bahkan warga menawar agar pungutan biaya tersebut diberi keringanan, dengan menawar sebesar Rp. 50.000, namun oknum tersebut mengatakan jika masyarakat tidak mau membayar uang tersebut maka bantuan PKH tersebut akan dialihkan kepada warga yang lain.
Seperti yang kami konfirmasikan pada salah seorang warga yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan mengatakan, “ya mas memang benar kami yang menerima bantuan Program PKH di Kel. komi di pungut biaya oleh bu.Efrinawati dengan alasan untuk mempercepat proses dan uang Administrasi sebesar Rp. 100.000, bahkan sebanyak 20-an warga khusus nya Lk komi yang telah di data dimintai semua, kami ada kwitansi bukti pembayarannya, Saya sebagai masyarakat merasa keberatan dengan pungutan liar seperti itu. Pendamping PKH ke lapangan kan digaji dan bagi saya itu sangat mahal. Andai kata 20 ribu saja mungkin masih bisa diterima,” ujar (Rd) kepada awak Media.
Saat kami konfirmasikan hal ini dengan Efrinawati, dia mengakui hal tersebut, “memang benar mas, Saya dilapangankan perlu uang bensin, pulsa dan untuk foto copy, Tetapi baru 5 orang yang membayar uang tersebut, dan telah Saya kembalikan pada warga masing-masing,” ungkapnya.
Di sisi lain Lurah Kotabumi Ilir Ali Koni saat di konfirmasi via telpon membenarkan oknum Efrinawati memungut biaya tersebut, namun itu inisiatifnya aja bukan ada yang merintah. “Tapi bu efrinawati sudah kami panggil namun dia akan mengembalikan pungutan tersebut ke warganya lagi,” ujar Lurah. >>Doni
