Pendapatan Orang Indonesia masih Tercecer

Jakarta,(MR)

Peningkatan pendapatan per kapita Indonesia dinilai kalah pesat dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN. Maka tidak heran indeks pendapatan Indonesia yang dirilis United Nations Development Programme (UNDP) beberapa waktu lalu berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono menyampaikan bahwa pendapatan per kapita Indonesia saat ini yang berada di atas US$3.000 sebenarnya merupakan kemajuan hebat dibandingkan saat krisis 1998 silam yang masih berada di bawah US$1.000. Namun kemajuan tersebut ternyata kalah cepat dibandingkan dengan negara-negara tetangga se-ASEAN.

UNDP mencatat pendapatan per kapita Indonesia saat ini mencapai US$3.813 dengan indeks pendapatan 0,518. Jumlah tersebut kalah jauh dibandingkan dengan Thailand yang mencapai US$7.260 dengan indeks pendapatan0,622, Malaysia US$12.724 dengan indeks 0,704, dan Singapura tentunya yang mencapai US$45.978 dengan indeks 0,897.

Menurut Tony, jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia yang terlalu besar tidak bisa dimungkiri membuat laju peningkatan pendapatan orang Indonesia menjadi lambat. Jumlah penduduk yang banyak menyulitkan penyediaan lapangan kerja dan kemudian menyulitkan pertumbuhan pendapatan.

Sebagai upaya mengatasi kelemahan itu, pemerintah diminta terus melakukan pengendalian pertumbuhan penduduk. “Untuk mengatasi kelemahan ini diperlukan pengendalian penduduk, melalui kampanye KB (keluarga berencana) yang lebih hebat. Jujur saja, sejak reformasi 1998, kita lengah soal ini. Coba penduduk kita cuma tumbuh max 1%, lebih gampang menciptakan job opportunities,” tuturnya, Minggu.

Selain itu pertumbuhan ekonomi diusahakan terus berada di atas 7% atau bahkan 8%. Namun pertumbuhan ekonomi tersebut harus diikuti syarat penyediaan infrastruktur sebaik mungkin.>> Nokipa

Related posts