Setelah satu tahun sebagai Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal, akhirnya Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin melantik Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Defenitif di gedung BPMS (Balai Pertemuan Masyarakat Siantan) Terempa, Rabu(02/11). Bupati mengatakan, definitifnya Sekda KKA ini telah melalui mekanisme dan prosedur berdasarkan Undang-undang dan persetujuan Mendagri. “Pemilihan Sekdakab ini telah melalui mekanisme dan sesuai prosedur,” ucap Tengku dalam sambutannya.
Dikatakannya, mekanisme dan prosedur pemilihan Sekda dari bupati diajukan kepada Gubernur Kepri hingga disetujui oleh Menteri Dalam Negeri, dan tidak melibatkan pihak lain. Dari tiga nama yang diusulkan Bupati KKA sebelumnya untuk menjalani Fit And Propertest di Provinsi Kepri yakni Herianto, Radja Tjelak Nur Djalal dan Augus Raja unggul pada tanggal 15 Juli lalu.
Selanjutnya gubernur memberikan penilaian untuk disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri, setelah mendapatkan pertimbangan, tanggal 05 Oktober lalu. Setelah itu, Menteri Dalam Negeri menyetujui Radja Tjelak Nur Djalal sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas definitif. Dilanjutkan dengan SK Gubernur Kepri. “Memang prosedur pengusulan calon Setdakab definitif dirahasiakan, kami tidak berani menginformasikan calon karena sifatnya rahasia. Untuk itu kami sampaikan saat ini supaya kita semua mengetahui proses dan mekanisme pemilihan Sekda,” jelas Tengku.
Tengku mengharapkan Sekda KKA definitif dapat menjalankan tugasnya dalam membantu kepala daerah untuk mengatur birokrasi dilingkungan Pemkab yang lebih efisien, transparansi dan akuntabilitias. Setdakab harus fokus dalam perumusan keputusan yang akan diambil Bupati. “Di ibaratkan Setda itu kepala rumah tangga (Birokrasi) yang harus diatur dan diurus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas,”Ucap Tengku.
Tengku menambahkan, tugas utama Sekdakab yang baru untuk pembenahan manajemen proyek, pembinaan manajemen keuangan daerah dan pembinaan aparatur di lingkungan Pemkab. Setdakab baru diharapkan mampu mempertahankan manajemen keuangan dengan predikat wajar dengan persyaratan (WDP). “Dengan pengalaman satu tahun menjadi Plt. Sekdakab, kita harapkan dapat membina ketiga menajemen ini. Dimana manajemen keuangan sudah berjalan lancar pada tahun lalu mendapatka predikat WDP. Kalau bisa ditingkatkan dengan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” Jelasnya.
Agenda Pemkab yang mendesak saat ini antara lain adalah pembebasan lahan perkantoran yang akan ditetapkan DPRD KKA. Disamping itu juga penataan kecamatan, pembentukan desa-desa baru dan lahan serta pemerataan pembangunan.
Selain Sekda, Bupati juga melantik Herson Gempa sebagai asisten I sekretariat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. “Dengan pengalaman sebagai camat dan pernah memimpin beberapa dinas di Kabupaten Natuna, merupakan salah satu track record yang mumpuni bersama membangun Anambas lebih baik,” kata Tengku. Bupati mengharapkan Herson juga dapat menerapkan pengalamannya di Anambas. Terutama dalam memperbaiki isu-isu yang berkembang.
Secara terpisah, Sekdakab yang baru dilantik Radja Tjelak Nur Djalal mengatakan siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dan bersama membangun kabupaten termuda di Provinsi Kepri ini sejajar dengan daerah lain.
Salah satu prestasi spektakuler yang pernah dilaksanakan mantan Kabag Kepegawaian Kabupaten Karimun tersebut semasa Plt Sekdakab yakni mampu merubah penilaian Audit BPK yang pada tahun sebelumnya disclaimer menjadi wajar dengan pengecualian. “Kita menargetkan untuk tahun ini, minimal bertahan dengan WDP atau maksimal kita mendapatkan penilaian WTP,” Tegas Tjelak.
Lanjut Tjelak yang lebih akrab dipanggil Boy mengatakan, jabatan itu bukan amanah, melainkan azab, “Jabatan itu bukan amanah, melain azab, tapi apabila amanah itu dijalankan dengan baik bukan menjadi azab melainkan menjadi pahala besar/amal ibadah” Tandasnya. >>Sarma

