MPLS SMPN Kabupaten Kediri Tahun Ajaran 2026/ 2027 Lancar dan Sukses

Kediri, MR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP Negeri di Kabupaten Kediri Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dilaksanakan dengan fokus utama mewujudkan sekolah ramah anak dan bebas perundungan. Kegiatan yang dimulai serentak sejak Senin, 13 Juli 2026 ini, mengusung tema “MPLS Ramah, Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan” demi menyambut ribuan peserta didik baru di Bumi Panjalu.

Sebelum kegiatan dimulai, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri di bawah pimpinan Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., telah menggelar sosialisasi daring intensif yang melibatkan 130 kepala sekolah dan ketua panitia MPLS. Pemerintah daerah menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun tugas-tugas tidak masuk akal (perploncoan) dalam orientasi siswa baru.

Melalui pemantauan di lapangan, sejumlah sekolah unggulan telah menerapkan panduan tersebut dengan sangat ketat. SMPN 1 Kras: Membuka kegiatan dengan mengenalkan budaya adaptasi belajar yang positif, tata tertib yang humanis, serta memberikan materi khusus mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah., SMPN 1 Ringinrejo: Memfokuskan pengenalan potensi diri siswa agar mereka siap menghadapi kurikulum baru dengan rasa percaya diri yang tinggi. SMPN 2 Pare: Mengombinasikan pengenalan fisik sekolah dengan tes psikologi (psikotes) pada hari-hari terakhir guna memetakan minat dan bakat emosional siswa baru.

Salah satu agenda penting dalam pelaksanaan MPLS tahun ini adalah kunjungan langsung Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), ke Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri. Program asrama dan sekolah gratis bentukan pemerintah ini menerima 248 peserta didik baru yang mayoritas berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Di jenjang SMP Sekolah Rakyat tersebut, terdapat 107 siswa baru yang mengikuti masa orientasi komprehensif, tidak hanya mengenai lingkungan kelas tetapi juga penyesuaian hidup mandiri di dalam asrama. Mas Dhito menegaskan bahwa pendidikan berkualitas di Kabupaten Kediri merupakan jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Secara umum, rangkaian kegiatan MPLS SMP Negeri di Kabupaten Kediri dirancang menggunakan metode interaktif yang melibatkan guru dan organisasi siswa (OSIS) secara sehat.

Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif ini, diharapkan masa transisi siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjalan mulus tanpa tekanan psikologis, sehingga suasana belajar yang kondusif langsung terbangun sejak hari pertama sekolah. (Ag).

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.