Pemkot Ternate Belum Punya Komitmen Pelestarian Budaya Dan Tradisi Lokal Ternate

Ternate, (MR)
Berbagai pemikiran yang bernilai positif coba dielaborasi oleh berbagai kalangan dengan memanfaatkan momentum hari jadi Ternate ke-766. Ide pemikiran itu tentunya lebih bersentuhan dengan pelestarian dan pengembangan nilai kearifan budaya dan tradisi lokal Ternate. Gagasan pemikiran seputar tradisi budaya, adat dan aturan itu sesungguhnya harus menjadi catatan penting bagi decation maker yang ada di Kota Ternate.

Pada momentum hari jadi Ternate ke-766 (HJT) MR, meluangkan waktu untuk mewawancarai putra Alm. Sultan Mudaffar Sjah. Adalah Firman Sjah putra mendiang Mudaffar Sjah yang banyak membentangkan pemikirannya seputar perlunya pelestarian dan pengembangan warisan budaya Ternate.

Bagi Firman, nilai kebudayaan Ternate adalah warisan berharga para leluhur Ternate yang harus inheren dengan hidup dan kehidupan masyarakat Ternate. Nilai itu tidak sebatas menjadi catatan sejarah, bahan cerita turun temurun atau sebatas dipertontongkan pada setiap even kebudayaan lokal Ternate yang paling penting adalah nilai-nilai itu perlu mewujud dalam kehidupan keseharian orang Ternate.

“Tradisi adat seatorang itu sangat mengedepankan budaya sopan santun, etika dan yang lebih penting lagi adalah selalu berhubungan dengan nilai-nilai keislaman kita.” Ungkapnya pada MR.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi saat ini, Firman mengharapkan perlunya keterlibatan pemerintah yang benar-benar proaktif dan konsisten melalui berbagai kebijakan dalam bentuk peraturan daerah.

“Pemerintah Kota Ternate saat ini menurut saya masih belum punya komitmen yang penuh dalam pelestarian dan pengembangan budaya dan tradisi Ternate. Kurangnya perhatian pemerintah ini akan berdampak pada distorsi kebudayaan oleh karena semakin gencarnya globalisasi dan modernisasi. Ternate sebagai sebuah kota yang terbuka dan pola kebidupan masyarakatnya yang sensitif dengan hal-hal baru, maka penguatan kearifan lokal atau adat tradisi kebudayaan itu tidak sekedar butuh legitimasi pemerintah misalnya untuk di-Perdakan tapi perlu implementasi nyata. Pelestarian pengembangannya butuh kerjasama lintas sektoral tidak hanya melibatkan Dinas Pariwisata semata.” Papar Firman.

Pemkot Ternate menurut Firman perlu bercermin pada daerah-daerah lain yang memiliki basis kebudayaan yang kuat dalam kehidupan masyarakatnya sekalipun gencarnya arus globalisasi dan informasi. Dan lagi-lagi sekalipun daerah tersebut adalah daerah tujuan wisata tetapi namun dampak pengembangan industri pariwisatanya tidak harus mereduksi nilai dan kebudayaan lokal mereka. >>Ateng

 119 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts