Tanggamus, (MR)
Pembangunan rehab taman yang berada di depan kantor Dinas Pendidikan Tanggamus terkesan ditutup tutupi terkait anggaran yang ada. Hal itu dibuktikan dengan adanya penjelasan dari dua pejabat Disdik setempat yang saling lempar.
Berdasarkan keterangan dari Kabag Tu Disdik setempat Hi. Junaidi anggaran dana pembuatan rehab taman/relief tersebut bersumber dari dana swadaya atau non bajeter dengan total dana sekitar Rp17.500.000. Namun ada yang aneh dari keterangan yang diberikan. Lebih lanjut Junidi sapaan akrbanya memaparkan, bahwa angka anggaran dana tersebut tidak diketahui oleh Kepala Disdik setempat.
Dan memang, pengerjaan tersebut atas perintah langsung dari kepala dinas. Karena untuk sebagai kenang-kenangan selama dirinya menjabat sebagai pemimpin dari rumah pendidikan itu.”Dari dana Rp17,5 juta itu. Menggunakan dana saya pribadi. Dan Kadis belum tahu angka tersebut. Saya juga selama ini baru sekali menjalankannya.” kata Junaidi yang disambangi diruangannya. Kamis (20/4).
Ketika dirujuk ke Rancangan Anggaran (RA) tahun 2017 yang ada, tertera bahwasanya anggaran untuk pengerjaan rehab taman tersebut berada pada angka yang funtastic yakni Rp109 juta. Dan dianggarkan pada APBD 2017. Saat ditanya soal total Rancangan Anggaran yang ada, Junaidi tidak sama sekali mengetahui akan adanya dana tersebut. Bahkan dirinya mengklaim, bahwa rinciang anggaran yang ada terbuka secara online, tentu ini semakin Nyeleneh lagi, pasalnya. Jika memang diakui adanya missed komunikasi tentang angka, maka seharusnya bisa langsung diperbaiki dan diupdate kembali.
“Itukan online, jadi bisa diakses diinternet. Saya gak tahu yang pasti diberi amanah saya jalankan,” tegas Junaidi, seraya mengatakan bahwa yang bertanggung jawab akan itu semua adalah PPTK nya, yakni Misbahrun.
Penelusuranpun berlanjut, ditemui diruangan Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik setempat. Keterangan yang mengejutkan didapat dari Pak Misbahrun. Dimana, taman yang didepan kantor Disdik tersebut merupakan sebuah kenang-kenangan dari menantu Gandung Hartadi yang kala itu menjabat sebagai Sekertaris Dinas Pendidikan, lantaran sebagai wujud tanda terimakasih karena telah direstui untuk mempersunting anak perempuannya. Wah, wah, ini tentunya menjadi sesuatu hal yang menarik.
Lebih jauh Misbahrun menerangkan, bahwasanya, anggaran pembangunan taman sebenarnya tidak sebesar itu karena mengalami perubahan, dari besaran Rp109 juta menjadi Rp60 juta. Namun pelaksanaannya belum dilaksanakan, masih dalam proses tender. Keterangan yang didapat semakin tidak jelas adanya, dari dua sember yang sama-sama duduk di Dinas Pendidikan, dari sana tentu muncul sebuah pertanyaan. Siapakah keterangan yang memang benar sesuai fakta.
“Itu kenang-kenangan dari menantunya pak Gandung yang namanya Santoso. Kalau untuk pengerjaan taman memang belum dilaksanakan, dan itu bukan taman yang ada didepan kantor. Dan anggarannya pun hanya Rp60 juta. Pak Junaidi juga kok malah bilang saya PPTK nya padahal bukan saya,” tegasnya. >>Pardi
