Pembelajaran Daring Di SDN 23 Bastiong Kota Ternate

KEPALA SEKOLAH SDN 23 BASTIONG TERNATE JABIR KODA, S.Pd

Ternate, (MR) – Terbatasnya penggunaan HP Android siswa menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Kondisi ini dialami oleh SDN 23 Bastiong Ternate. Ditemui Media Rakyat News com di ruang kerjanya, kepala sekolah SDN 23 Jabir Koda SP.d menuturkan dari 182 siswa yang terdaftar hanya 72 siswa yang memiliki HP Android, itupun keberadaan HP tersebut adalah milik orang tua tapi dipakai anaknya guna memenuhi kebutuhan pembelajaran daring.

Menurut Jabir, dari 72 siswa yang menggunakan HP androit tersebut cuma 33 orang yang mendapat bantuan pulsa data. Yang menjadi kendalanya adalah pulsa data yang diberikan berdasarkan acuan Dapodik tersebut, sering no Hp siswa yang sudah tercover dinon aktifkan atau biasanya diganti .”Kendalanya No.HP siswa sering diganti sehingga ketika pulsanya dikirim praktis akan sia-sia karena nomonya tidak lagi dipakai.” Tutur kepala sekolah.

Guna mengatasi kendala dalam proses pembelajaran daring pihak sekolah kemudian memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau PPJ. Model pembelajaran seperti ini membutuhkan partisipatif guru semisal guru datang atau mengunjungi siswa dirumah guna proses belajar, memberikan tugas dan lain-lain. Kemudian siswa mengantarkan tugas ke sekolah dan guru membagi buku pelajaran, dan memberikan tugas susulan. “Penerapan PJJ ini juga sering mengalami kendala semisal keberadaan siswa yang tidak berada di rumah karena harus ikut orang tuanya keluar daerah atau ke pulau-pulau.” Tandasnya.

Guna menunjang kelancaran proses belajar dengan tetap tunduk pada protokol kesehatan pihak sekolah juga mengundang tim dari Puskesmas Kecamatan guna melakukan sosialisasi / edukasi kesehatan tentang aturan protap kesehatan di era pandemi Covid 19 (Ateng MRC)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.