Kotabaru, (MR)
Pembangunan kios para pedagang yang terkena musibah kebakaran di Pasar Kemakmuran udah diserahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke Dinas Perdagangan dan Pasar Kotabaru.
H.Padli pedagang Kelontongan (09/05) mengatakan udah di serangan kios oleh Dinas Pasar ke pedagang cuma belum ada pintunya, jadi kita buat kan pintu dulu dan belum kita tempati masih ada perbaikan-perbaikan, dan pembuatan pintu dan rak memakai uang sendiri belum di hitung, pintunya rol dan sebagian kayu upah tukang juga belum di hitung,” kata Padli.
H.Rafi pedagang (09/05) mengatakan masalah kios ini di bantu oleh pemerintah dan tidak ada menebus cuma ada perbaikan pintu aja misal ada yang pakai kayu dan rol,kita membuat pintu dan rak pakai uang sendiri belum selesai membeli kayu kira-kira keluar uang Rp.2300.000 dan upah tukang belum dan masalah pemasangan listrik pribadi, harapan nya semoga dinas pasar membatu garatis dalam pemasang listrik dari PLN,” kata pedagang.
Seketaris BPBD pa Mahmud (08/05) di kantornya mengatakan,”Pembangunan kios pasar korban kebakaran itu sifatnya penunjukan tidak lelang masalah dana itu di bidang yang tahu, sesuai UU itu misalnya di siapkan dana sekian-sekian untuk pembanguan selesai, kalau ada dana yang tersisa itu di kembalikan ke Daerah.
Kalau ada tambahan pembangunan itu tidak bisa lagi sesuai dengan rencana awal.
Misalnya ada pedangan lain minta bangun kan itu tidak bisa.
“Pembangunan kios itu berjumlah 70 kios dan ukuran 3×2 kalau menambah kios lagi tidak bisa karena sesuai data, para pedagang hanya di bangun 70 kios aja sesuai dengan data awal karena sudah di pripikasi baik dari pasar maupun BPBD.
Kata mahmud untuk pengawasan di Bidang ibu Lisna bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan pasar karena tempat ya di pasar.
“Kata Mahmud target pembanguan itu 1 (satu) bulan dan udah diserahkan ke Dinas pasar jadi pasar yang menyerahkan ke pedagang supaya para pedagang cepat berjualan kembali karena sifatnya tanggap darurat dan masalah listrik itu ada 2 pemasangan: 1. ada pedagang pasang sendiri; 2.masalah listrik ada tanggung jawab pasar kordinasi dengan PLN, pembangunan kios untuk ke pedagang tidak di menebus sipat bantuan dari Pemerintah Daerah dalam rangka tanggap darurat melalui kantor BPBD,” kata mahmud.
Pengawasan dari BPBD ibu Lisna (08/05) mengatakan pembanguan kios untuk kebakaran udah di serah kan ke Dinas pasar berjumlah 70 buah ukuran 3×2 tidak ada pintu karena menyesuai kan dana nya.
Masalah pintu tinggal para pedangan yang membuat kan nya sendiri-sendiri seperti apa maunya dan koordinasi dengan dinas pasar dulu.
Di saat awak bertanya kepada ibu Lisna, berapa jumlah dana pembanguan kios..?? dan CV yang mengerjakan siapa.?, katanya Lisna lupa menyimpan datanya sebentar mau dicarikan karena saya lagi repot,” katanya.
Dan awak media mau minta nomor telepon juga tidak mau memberi kan justruk nomor kita awak media di catat ibu Lisna.
Saat awak media mau konfirmasi ke Dinas Perdagangan dan Pasar kata Kepala dinas lagi ada rapat, awak media bertemu dengan Seketaris Dinas Pasar pa Zulkipli kata di saat penyerahan Pemangunan kios dari BPBD ke Dinas Pasar saya lagi tidak ada itu hanya kepala Dinas yang Tahu,” pungkasnya. >>San
