Kediri, MR – Ratusan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Grogol Kabupaten Kediri, menggelar kegiatan studi tur/SKL skala besar lintas provinsi menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan edukasi luar ruangan yang berlangsung selama satu hari penuh ini menyasar tiga destinasi bersejarah dan budaya populer, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan kawasan Malioboro. Senin, (08/09/26).
Kepala SMPN 1 Grogol bpk Setya tentunya memberi penjelasan, bahwa agenda tahunan ini dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai materi sejarah, seni, dan budaya yang selama ini hanya dipelajari di dalam kelas.
Menurutnya,”Perjalanan lintas provinsi ini menjadi momentum penting untuk membangun kemandirian dan rasa kebersamaan antar-siswa setelah menempuh setengah masa pembelajaran di jenjang kelas VIII.” Ucapnya.
Untuk mengikuti kegiatan ini, setiap siswa dikenakan biaya sebesar Rp 880.000. Fasilitas yang diperoleh peserta sudah sangat lengkap, mencakup transportasi bus pariwisata kelas eksekutif pulang-pergi, tiket masuk ke seluruh destinasi, atribut perjalanan, asuransi, serta layanan konsumsi sebanyak tiga kali makan selama perjalanan.
Pihak sekolah memastikan seluruh aspek logistik dan keamanan telah dipersiapkan matang agar siswa dapat belajar dengan nyaman.
Perjalanan dimulai sejak sore hari dari halaman sekolah di Grogol. Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Di candi Buddha terbesar di dunia ini, para siswa mengeksplorasi kemegahan arsitektur relief dan belajar tentang sejarah dinasti Syailendra. Selepas makan siang, rombongan bergeser ke perbatasan Yogyakarta untuk mengunjungi Candi Prambanan. Di situs warisan dunia ini, siswa berganti mempelajari kebudayaan Hindu kuno melalui kemegahan candi Roro Jonggrang.
Rangkaian studi tur ini ditutup pada malam hari di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Di pusat jantung budaya kota pelajar tersebut, para siswa diberikan waktu luang untuk mengamati geliat ekonomi lokal, berinteraksi dengan masyarakat multikultural, sekaligus berburu oleh-oleh khas.
Setelah makan malam bersama, seluruh rombongan bertolak kembali menuju Kabupaten Kediri. Studi tur skala besar ini diharapkan mampu menyegarkan pikiran siswa sekaligus memperluas wawasan kebangsaan mereka melalui pengenalan situs-situs bersejarah bangsa. (Ag).
