OKNUM PEMINTA SUMBANGAN PEMBANGUNAN MESJID PALSUKAN NAMA

Foto : Bahria S.Pd . Guru SD N Sango Ternate Utara

Ternate, (MR) – Mungkin ini menjadi sebuah pengalaman buat kita bersama untuk lebih selektif , berhati hati dan tidak prematur menaruh kepercayaan pada orang yang belum kita kenal ketika datang dengan tiba tiba meminta sumbangan untuk pembangunan mesjid .

Singkat ceritanya pada sabtu dua pekan lalu SD Negeri Sango Kota Ternate Utara didatangi oknum berinisial A dengan maksud mau bertemu Kepala Sekolah ( Kepsek ) . Lantaran Kepseknya lagi mengekuti kegiatan di LPMP Tidore , oknum tersebut akhirnya dilayani ibu Bahria yang juga guru di SD Sango .

Ibu Bahria kemudian mempertanyakan maksud kedatangan oknum pria tersebut kemudian meminta identitas diri si pria tersebut .

Kepada ibu Bahria oknum mengaku namanya Andi plus maksud kedatangannya adalah ingin bertemu langsung dengan Kepsek guna meminta sumbangan pembangunan mesjid di desa Koititi kecamatan Gane Barat kabupaten Halmahera Selatan .

” Pria tersebut menyebut namanya Andi , beralamat di Kayu Merah Ternate Selatan . Ia datang dengan maksud ketemu kepsek tapi karena kepsek lagi ikut kegiatan di LPMP Tidore , saya akhirnya mewakili ibu Kepsek untuk melayani si pria tersebut . Si pria ya berinisial A tersebut bermaksud meminta sumbangan untuk pembangunan mesjid di desa Koititi Gane Barat Halmahera Selatan ” ungkap Bahria .

Bahria kemudian meminta identitas diri dan surat surat pengantar sebagai bukti administratif dari Dinas Pendedikan Kota Ternate termasuk dari Polres Ternate .

Dalam benaknya ia tidak habis pikir sembari menaruh kecurigaan atas oknum pria tersebut . Apalagi gelagat lelaki tersebut tidak laiknya untuk bisa di percaya .

” Saat saya meminta identitas diri dan bukti administratif lainnya oknum pria tersebut kemudian mengeluarkan map yang kondisi mapnya lagi dilipat empat kemudian di taruh di saku celananya. Bagi saya ini sama sekali tidak beretika , tidak layaknya bagi seorang peminta sumbangan . Ia hanya mengeluarkan mapnya dari saku celana tapi kemudian tidak memperlihatkan isi mapnya ke saya ” terang Bahria .

Lantaran karena sabtu itu bu Kepsek lagi kegiatan di LPMP Kota Tikep , Bahria menyuruhnya untuk datang kembali pada senin awal pekan .

Tiba hari senin oknum pria tersebut datang kedua kalinya seperti disuruh Bahria . Mumpung senin itu kepsek lagi ada . Tapi awalnya sebelum dipertemukan dengan kepsek , saat ditanya nama oknum tersebut tidak lagi menyebut namanya Andi tapi berganti nama menjadi Mahmud . Bukti bukti sebagai pengantar administratif juga tidak ada . Merasa terpojok dan sedikit menampakan wajah kesal , oknum tersebut akhirnya minta pamit sebelum bertemu Kepsek .

Bahria kepada awak mediarakyat menyebutkan pihak sekolah juga tidak keberatan memberi sumbangan asalkan harus ada kejelasan soal identitas peminta sumbangan dan juga pengantar administrasi dan propoposal .KOKO ATENG MRC

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.