Sulawesi, (MR) – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, road show dalam rangkaian mensosialisasikan UU Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dalam road shownya tersebut Bang Benny sapaan akrabnya juga menjelaskan tujuan UU Nomor 18 Tahun 2017 itu tidak diperbolehkan adanya diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak.
“Untuk menjamin setiap warga negaranya Indonesia mempunyai hak dan kesempatan yang sama tanpa adanya diskriminasi untuk seseorang memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak,”Jelasnya
“Bekerja merupakan hak asasi manusia yang wajib dijunjung tinggi, dihormati, dan dijamin penegakannya. Pekerja Migran Indonesia harus dilindungi dari perdagangan manusia, termasuk perbudakan dan kerja paksa, korban kekerasan, kesewenang- wenangan, kejahatan atas harkat dan martabat manusia, serta perlakuan lain yang melanggar hak asasi manusia,”Ungkapnya.
“Pelindungan Pekerja Migran Indonesia perlu dilakukan dalam suatu sistem yang terpadu yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat,”Tambahnya.
Dalam road shownya tersebut bukan hanya menjelaskan tentang UU Nomor 18 Tahun 2017 tapi disini bang Benny pun juga bersilaturahmi dengan masyarakat Kotamobagu dan penyerahan penyerahan bantuan korban bencana alam yang sedang terjadi di Bolsel dan Dumoga.
Kunjungan kerja bang Benny dimulai dari Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga ke Sulawesi Utara (Sulut).
Sejak diangkat sebagai Kepala Badan BP2MI baru hari ini Jum,at (08/08) bang Benny dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Kotamobagu karena jabatan baru dan tanggung jawabnya terhadap tugasnya yang harus dia selesaikan terlebih dahulu di Jakarta.
Dengan rombongan BP2MI bang Benny pun juga telah mengunjungi kantor UPT Makassar untuk melihat dan memastikan kondisi kantor, staf, sarana pendukung kerja, dan pelayanan dari PMI. Dan dilanjutkan dengan juga berdiskusi bersama yang dihadiri oleh Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulsel, NGO Solidaritas Perempuan Makasar dan Manado dan Jum’at (08/08) Kotamobagu yang didampingi langsung oleh staff ahli BP2MI Irfan Basri yang tak lain merupakan warga kotamobagu. (Neni)
