PRABUMULIH sebagai kota yang baru berumur 11 tahun dapat dikatakan kota yang berhasil dalam tahap pembangunan ekonomi masyarakatnya, di buktikan dengan perputaran mata uang dan pembangunan-pembanguan rumah-rumah megah oleh masyarakatnya yang hampir merata di enam kecamatan dan 37 desa dan kelurahan.
Seperti yang dikatakan Asisten IV Bidang administrasi dan Umum Provinsi sumatera Selatan Ir.H Syamuel Chatib dan Ketua Komwil Apeksi Drs.H Herman,HN,MM yang juga Walikota Bandar Lampung yang mengatakan “Pembangunan daerah jangan hanya mengandalkan APBD saja, namun harus juga dengan mengoptimalkan potensi daerah,” pada acara APEKSI beberapa waktu yang lalu. Dalam menyikapi hal tersebut, beberapa anggapan dari berbagai kalangan Masyarakat yang sempat di bincangi MR mengenai “potensi daerah” yang dimiliki Prabumulih.
Yose Rizal,SP warga yang sekaligus aktip dalam memantau dan ikut melaksanakan pembangunan yang ada di Kota Prabumulih, ia menuturkan bahwa, potensi yang di miliki kota Prabumulih guna meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah,red) sangat lah banyak diantaranya tambang minyak, gas dan batu bara, serta perkebunan yang berpotensi sekali mengalirkan PAD ke Pemerintahan Kota Prabumulih, yang tentunya juga harus di ikuti dengan kesungguhan pihak pemerintah supaya menjadi sumber yang jelas, dengan cara memperbaiki SDA (sumber daya alam-red) dan SDM (sumber daya manusia-red) nya terlebih dahulu.
Tak jauh beda, Anja Rolenza mantan Redaktur SKU Prabumulih ekpres ini, berpendapat yang sama ia menjelaskan bahwa sebenarnya potensi itu bagaikan perputaran rantai makanan yang saling ketergantungan satu sama yang lainnya, seperti halnya terminal, parker dan PDAM serta lainnya yang ujung-ujungnya kembali kepada Pajak hingga menjadi PAD.
Ir.Ridho Yahya,MM Wakil Walikota Prabumulih mengakui Potensi yang sangat pasti yang dimiliki Kota Prabumulih saat ini ialah sector perkebunan Karet, yang hal ini dapat dilihat dengan kemakmuran petani Karet yang ada di Kota Prabumulih, karena selain harga yang relatip tinggi dan hasilnya juga bisa dikatakan melimpah yang mampu membawa masyarakat menuju kemakmuran dalam tarap ekonomi.
Dalam sector perkebunan ini, upaya yang dilakukan pemerintahan Kota Prabumulih untuk meningkatkan pendapatan hasil pertanian boleh dikata bukan main-main, meskipun anggaran APBD yang sedikit terkucurkan untuk sector pertanian karena banyaknya terkucur kepada pembangunan pisik dan non pisik diluar pertanian, namun berbagai cara di lakukan pemerintah kota Prabumulih untuk mengatasi hal tersebut, diantarannya dengan melakukan jemput bola dan sering meminta kepada Provinsi dan Pusat, seperti yang di katakan Ir.Hj.R.A.Hanunah,MM Kepala dinas pertanian Prabumulih (12/12) kemarin. Di jelaskan Hanunah untuk tahun 2013 nanti kita mmenyiapkan bantuan untuk 45 haktare bibit karet dengan rincian 500 bibit per haktare. >>Alex

