Demi Keamanan Pangan SPPG, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Gelar Bimtek Mutu Berbasis Standar

Kediri, (MR) – Dalam upaya memastikan mutu dan keamanan pangan bagi masyarakat, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mutu Berbasis Standar Dinas Perikanan. Rabo,(04/11/26).

Acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri ini dihadiri oleh puluhan suplayer ikan, Kepala Dinas Perikanan Nur Hafid, S.Pt., M.M., serta jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perikanan.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu Angga Wira Perdana, S.Pi., M.P. (Dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya) serta Budijono Langgeng Saputro, S.Pt. selaku Pembina Mutu Kelautan dan Perikanan Ahli Muda.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, S.Pt., M.M., menekankan pentingnya komitmen bersama di antara para pemasok ikan, khususnya yang memasok kebutuhan ke Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Kabupaten Kediri.

Ia menegaskan bahwa aspek keamanan dan higienitas produk perikanan merupakan harga mati yang harus dijaga agar tetap diminati oleh pihak SPPG dan masyarakat luas.

“Kami berharap ada komitmen bersama bahwa ikan yang kita masukkan benar-benar aman, sehingga tetap diminati oleh SPPG,” ujar Nur Hafid di hadapan para suplayer.

Nur Hafid juga menyoroti persaingan harga di pasaran. Ia mengingatkan para pemasok agar tidak terjebak dalam perang harga murah yang mengorbankan kualitas. Sebagai contoh, jika ada penawaran harga ikan lele yang terlampau murah di bawah pasaran, penyedia harus kritis terhadap mutu pakan yang diberikan kepada ikan tersebut.

“Bisa dipastikan beda kualitasnya. Bisa jadi pakan yang diberikan berasal dari limbah, bukan pakan yang bagus. Ini harus kita hindari agar tidak terjadi risiko keracunan massal,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan peningkatan nilai tambah, pihak Dinas Perikanan mendorong para suplayer untuk mengantongi sertifikat kelayakan pengolahan. Dengan adanya legalitas dan standar pengolahan yang jelas, produk ikan yang didistribusikan tidak hanya lebih awet, tetapi juga terjamin higienitasnya.

Selain itu, pihak dinas mengarahkan agar pengiriman komoditas ikan kepada pihak SPPG dilakukan dalam bentuk produk beku (frozen). Hal ini dinilai krusial untuk menjaga rantai dingin (cold chain) produk sehingga bebas dari bakteri pembusuk.

“Tujuan kita bersama sebenarnya adalah bagaimana mewujudkan pangan yang aman, mensejahterakan masyarakat, dan ikut mencerdaskan anak bangsa melalui asupan protein ikan yang sehat,” imbuh Nur Hafid.

Senada dengan pimpinannya, Ennisa novia amalia Kabid usaha perikanan salah satu pejabat/narasumber pendamping dari dinas menjelaskan bahwa inti dari penyelenggaraan Bimtek ini adalah membekali para suplayer pemasok ikan ke SPPG Kabupaten Kediri agar memiliki standar kualitas yang tinggi, aman dari risiko keracunan, serta tertib administrasi kepemilikan sertifikat kelayakan pengolahan.

“Harapannya, melalui penerapan sistem pengiriman berbentuk frozen dan pemenuhan standar mutu ini, kepercayaan semakin meningkat sehingga volume pasokan ikan dari lokal Kediri ke SPPG bisa semakin banyak dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha pemasok ikan ini, Kabupaten Kediri optimis dapat menghadirkan suplai pangan bergizi yang aman, higienis, serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus dengan optimal. (Ag).

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.