KENDATI masih terjadi perdebatan internal di kalangan Komisi X DPR, Kemendikbud menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 untuk sekolah dasar (SD) akan tetap berjalan. “Ya, persiapan dan pelaksanaan UN tahun ini tetap jalan,” kata Kabalitbang Kemendikbud, Khairil Anwar Notodiputro ketika dikonfirmasi Watawan, Kamis.
Ditanya adanya pendapat dari anggota Komisi X DPR yang meminta tidak dicairkannya anggaran UN senilai Rp600 miliar, Khairil menyatakan tidak tahu. “Maaf, saya belum tahu kabar tersebut namun anggaran UN 2013 telah disetujui DPR pada bulan Desember 2012,”ungkapnya.
Anggota Komisi X DPR (FPKS) Rohmani menyatakan secara legal pembahasan UN bahwa yang menolak UN adalah Fraksi PKS dan Fraksi PDIP. “Penolakan kami berkonsekuensi pada anggaran UN itu,”cetusnya.
Namun anggota FPDIP Komisi X DPR, Asdy Narang menyatakan dari fraksinya belum mendengar terkait penolakan pencairan anggaran UN.Menurutnya, Fraksi PDIP dari tahun lalu hingga sekarang menolak UN karena sebagai penentu kelulusan.”UN seharusnya untuk memotret dunia pendidikan dalam arti luas bukan menentukan kelulusan,”cetusnya.
Ia mengakui dalam pembahasan dengan Kemendikbud belum terdapat kesepahaman internal di Komisi X DPR.
Sementara Reni Marlinawati (FPPP) mengemukan adanya selisih jumlah peserta UN, pemerintah mengusulkan 14 juta anak, padahal hanya ada 12 juta anak.”Ini belum clear,pemerintah harus menjelaskan,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Khairil Anwar menyatakan data peserta UN 2013 berjumlah 12.300.000 orang. >>Nokipa

