Kebutuhan Tenaga Dan Sumber Daya Kesehatan Halmahera Barat Alami Peningkatan

Halmahera Barat, (MR)
Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat di bidang keeshatan melalui peningkatan pelayanan kesehatan, pembangunan dan perbaikan sarana kesehatan serta peningkatan tenaga dan sumber daya kesehatan menjadi prioritas utama.

Diwawancarai MR, Kadis Kesehatan Halbar Hj. Aty Tutupoho, SKM,M.Kes., menjelaskan berbagai program tersebut dimaksudkan untuk terpenuhinya kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.

Dengan terpenuhinya kebutuhan masyar-akat ini sendiri Ia optimis cita ideal masyarakat sehat itu akan tercapai namun menurut Aty, mengingat permasalahan kesehatan itu sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor lain serta adanya keterbatasan sumber daya maka dengan demikian perlu adanya pengembangan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak.

“Berbagai strategi yang dilakukan semisal menggerakkan dan memberdayakan masya-rakat untuk terbiasa hidup sehat, mendekatkan akses masy-arakat terhadap pelayanan yang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans dan informasi kesehatan serta peningkatan pembiayaan kesehatan. Strategi-strategi itu sendiri membutuhkan tenaga dan sumber daya kesehatan yang memadai oleh karena tenaga dan SDM menjadi prioritas utama.” Ungkapnya pada MR.

Menurut Kadis Kesehatan Halbar ini, dalam upaya memenuhi kebutuhan dan SDM bidang kesehatan di Halbar baru-baru ini 85 orang bidang PTT Pusat telah ditingkatkan statusnya sebagai Bidan PNS. Selain itu di tahun 2016 kemarin melalui program Nusantara Sehat yang dimotori oleh Kementerian Kesehatan dalam bentuk penyediaan tenaga kesehatan seperti tenaga anastesi dan gizi.

Melalui program ini pula diprioritaskan penambahan sekaligus pengembangan tenaga kesehatan di Puskesmas Talaga Kecamatan Ibu.

Ia berharap dengan terpenuhinya kebutuhan tenaga dan SDM kesehatan ini, sentra-sentra pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan poskesdes akan semakin baik pelayanannya dengan demikian hajat hidup masya-rakat di bidang kesehatan juga terpenuhi.

Secara terpisah diwawancarai MR, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Ati Alting, SH menjelaskan pemerataan tenaga kesehatan di setiap kabupaten/kota masih menjadi permasalahan, olehnya itu masalah ini perlu untuk dituntaskan.

Langkah awalnya adalah perlunya data base tenaga kesehatan di setiap kabupaten/kota. “data base itu menjadi parameter pengambilan kebijakan penempatan tenaga kesehatan ke setiap kabupaten/kota, sehingga tidak ada lagi gap atau kesenjangan dalam soal kebutuhan tenaga kesehatan.

Katakanlah di satu kabupaten tenaga kesehatan menumpuk sementara kabupaten lainnya miskin tenaga kesehatan.” Papar Ati kepada media rakyat belum lama ini. >>Ateng-Saleh

Related posts