Natuna(MR)- Mentari pagi baru menampakkan wajahnya, perlahan tapi pasti.Namun diujung pelabuhan penangih,sejumlah OPD dan pewarta sedang duduk dihamparan pelabuhan .
Terik matahari pun meranjak naik, pada hal jam baru menunjukkan pukul .08.wib. Tak lama kemudian mobil BM 88 membawa Bupati Natuna tiba di pelabuhan. Disusul Sekda Natuna.
Kapal Pemda Indra Perkasa. Mulai bergerak, membelah lautan luas.Meski hari libur ,Namun Bupati Natuna Hamid Rizal bersama Sekda Wan Siswandi , Kadishub Iskandar DJ, dan Kabag Humas Budi Darma melakukan peninjauan, atas musibah kapal KM Bukit Raya , menabrak karang di perairan Sedanau.Dengan kecepatan 27-30 not/jam, kapal kebanggaan pemda Natuna ini, menempuh waktu satu setengah jam, hingga sampai di lokasi .
Bupati Natuna beserta rombongan harus menumpang pompong untuk menuju KM Bukit Raya. Usai melakukan pertemuan dengan Kapten Kapal, Hamid Rizal menyampaikan harapannya,
Agar kapal secepatnya diperbaiki. Mengingat mudik lebaran sudah dekat ,sehingga dapat melayani masyarakat Nantinya.
Meski demikian ujar Hamid, Dirinya telah melakukan antisipasi jika kapal tersebut mengalami kerusakan parah. Saya telah melayangkan surat , Ke Pelni lewat Menhub, agar segera melakukan penganti ,guna melayani penumpang Natuna dan Anambas. Hal itu diamini Kadishub Natuna Iskandar DJ.” Saya akan bawa langsung suratnya ke Jakarta timpal Iskandar.
Tempat sama,Kapten Kapal KM Bukit Raya saat dikonfirmasi mengatakan,untuk saat ini kapal belum bisa kita perbaiki ,masih menunggu tim penyelam dari Basarnas.
Sebelumnya Kita juga sudah meminta tim penyelam dari AL.
Terkait musibah ini, Ia heran. Sudah bertahun tahun berlayar melewati rute sama, baru kali ini kandas .jika dilihat lewat radar ,sangat mustahil terjadi.Namun namanya musibah mau diapakan lagi.
Saat pertama kejadian,kenang sang kapten, tepatnya Jumat pukul 12 siang ,Saya suruh penumpang cepat dievakuasi, lantaran takut kebocoran parah .Makanya kita minta bantuan dari Pak NATO, dan kapal TNI AL, untuk lakukan evakuasi penumpang khusus Natuna jumlahnya 230 orang.
Bagi penumpang rute Midai Serasan dan Pontianak, belum kita evakuasi,karena sedang menunggu kapal Sabuk Nusantara.Sebab Kapal ini akan Kita bawa ke Jakarta untuk dok darurat.”Mereka akan kita berangkatkan Nanti.”ujar Noviansyah.Teekait kelebihan ongkos, sudah ditangani pihak Pelni.
Kebocoran di lambung depan. Tapi tidak merembet terhadap yang lain. Ia belum bisa memastikan kapan kapal bisa keluar, karena tim Basarnas belum datang.Kita tidak tau berapa parah kebocorannya. jika sudah diketahui maka akan kita lakukan pengelasan ucapnya.
Sementara itu Danposal Sedanau Sukirno.mengatakan, awalnya Ia dapat kabar dari warga Sedanau bahwa Kapal KM Bukid Raya kandas di karang ninih.
Mendapat informasi , Ia langsung lapor kepada pimpinan. Danlanal, Ranai langsung perintahkan Saya bersama Danposal Sabang Mawang untuk turun ke lokasi membantu lakukan evakuasi.Danlanal juga meminta Kapal hiu Macan 04 bersama seiraider untuk membantu evakuasi penumpang.ucap Lelaki berpangkat Sersan mayor itu .
Langkah awal dilakukan ,
mengutamakan keselamatan penumpang.Meski saat evakuasi hujan dan angin kuat , sudah merupakan tugas dan tanggung jawab Kita. Dan bukan jadi hambatan bagi Kami ucap Danposal. Semua kita lakukan dengan baik ucapnya./Roy.
