Kotamobagu, (MR) – Ditengah mewabahnya pandemic virus corona Covid-19, para pelajar Sekolah Dasar (SD) dan SMP se-Kota Kotamobagu mulai melaksanakan ujian semester dengan sistem daring/online atau dalam bentuk assessment jarak jauh.
Seperti halnya surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim yang menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona virus Disease (Covid-19).
Salah satu pokok penting dalam edaran ini adalah keputusan pembatalan ujian nasional (UN) Tahun 2020 dan diberlakukannya sistem ujian semester dengan sistem daring dan atau dalam bentuk assessment jarak jauh.
Kepala Dinas Pendidikan Kotamobagu Rukmini Simbala pun juga mengatakan, metode pelaksanaan ujian nasional dan ujian semester sebagaimana sudah diatur dalam bentuk surat edaran yang dikeluarkan langsung Mendikbud dan juga surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu Nomor 400/DISDIK/844/III/2020, tertanggal 8 April 2020 dalam masa darurat penyebaran Covid-19.
Ujian semester ini sudah dilaksanakan sejak 27 April sampai dengan 11 Mei 2020 yang akan datang.
“Ujian kenaikan kelas dilaksanakan sejak, tanggal 27 April sampai dengan 11 Mei 2020. Dimana, ujian dilakukan dalam bentuk tes, portofolio, penugasan dan/atau bentuk kegiatan lain yang dibuat oleh guru pada masing-masing satuan pendidikan melalui tes daring/online atau bentuk assessment jarak jauh,” demikian yang tertulis dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Rukmini Simbala selaku Kepala Dinas Pendidikan Kotamobagu.
Bentuk assessment jarak jauh yang dimaksudkan yaitu dengan datangnya guru kelas atau guru mata pelajaran beserta wali kelas untuk mengantarkan soal ujian semester dengan cara datang langsung kerumah siswa-siswi yang mengikuti ujian pada pagi hari dan dikumpulkannya lembar jawaban pada siang hari dengan datang kembalinya guru mata pelajaran yang bersangkutan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Senin (5/4) Kelapa Dinas Pendidikan Kotamobagu Rukmini Simbala mengunjungi SDN 1 Motoboi Kecil yaitu untuk memonev ujian sekolah karena sudah tidak adanya lagi ujian nasional.

Kepala Sekolah SDN 1 Motoboi Marwiyah Paputungan juga menerapkan sistem ujian dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 siswa-siswi yang mengikuti ujian sekolah diantarkan soal-soal ujian di rumah masing-masing.
“Jadi diantar di rumah masing-masing kelas 1 guru kelas 1 mengantar ulangan siswa hanya sendiri, kelas 2 3 4 sampai dengan kelas 6 selama 5 hari dari hari Senin sampai hari Jumat kemudian hari Sabtu juga masih ada kegiatan masih menjemput naskah anak-anak dan hari ini semuanya sudah dirangkum selesai dijemput tinggal diadakan pemeriksaan ulangan, kemudian sesudah pemeriksaan ulangan kami akan mengadakan rapat rekap nilai terutama nilai ujian untuk mereka kelas 6 karena kelulusannya ditentukan dengan nilai sekolah kemudian hasil ulangan yang diterima siswa-siswi itu nantinya akan dimasukkan dalam rapor.”ujar Marwiyah.
Kotamobagu sudah ada yang positif sehingga kita lebih berhati-hati dan diperkirakan hasil kelulusan nantinya diumumkan secara online,tinggal menunggu keputusan langsung dari dinas pendidikan nantinya.
“Kami menunggu aturan yang akan dikeluarkan oleh dinas pendidikan, kemudian pada hari sabtu (2/5) juga kami mengadakan penyemprotan kembali semua halaman sekolah dan Alhamdulillah semua berjalan dengan baik.”tambahnya.
“Saya berharap wabah ini cepat cepat selesai dan tidak ada anak dari siswa maupun siswi SDN 1 Motoboi kecil yang terkena wabah ini.” harapannya. (Neni)
