Kuningan, (MR)
Progres pembangunan Lapangan Open Space Kertawangunan sudah memasuki pengerjaan akhir untuk tahap ini yaitu tahun anggaran 2016. Walaupun masih ada tahap lanjutan supaya lebih representatif nanti di tahun 2017. Maka dari itu pemerintah daerah terutama dinas Tata Ruang Cipta Karya terus berusaha mencari peluang anggaran baik dari APBD 2, APBD 1 maupun dari pusat untuk menyelesaikan pembangunan Open Space dan Lapangan Sepak Bola Kertawangunan.
Menurut Kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya HM Ridwan Setiawan MH MSi saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan, pembangunan open space dan pembangunan lapangan sepak bola di Desa Kertawangunan sudah melalui proses mekanisme yang sesuai ketentuan. Adapun kekurangan secara administrasi tetap kami urus seiring berjalannya pembangunan Open Space Kertawangunan sesuai peraturan perundang undangan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari. Meski kelihatannya satu lokasi, namun mempunyai fungsi yang berbeda dan judul kegiatan yang berbeda pula. “Untuk pembangunan open space itu anggarannya pagunya Rp 2 milyar.
Sedangkan untuk pembangunan lapangan Sepak Bola sebagai pengganti lapang yang dipakai open space sebesar Rp 1 Milyar, berarti disini tidak ada double anggaran,” terangnya.
Pembangunan yang menghabiskan kalender kerja lima bulan hingga akhir November nanti, imbuh Ridwan, diharapkan berdampak positif dalam rangka membangun destinasi wisata. Ke depan, area tersebut hendak dijadikan tempat kegiatan promosi baik kegiatan pemerintahan maupun swasta. “Jadi tidak melulu mengandalkan pandapa paramarta. Artinya kedepan kegiatan pemerintah daerah kuningan memiliki 2 alternatif lapangan yang representatif yaitu lapangan Pandapa Paramarta dan Open Space Kertawangunan. Nanti di tempat itu pun akan digunakan untuk saptonan rutin tiap tahun disamping dimanfaatkan oleh pemerintah desa setempat. Jadi pemanfaatannya dikerjasamakan dengan Pemdes Kertawangunan agar jadi tambahan income untuk desa,” kata Ridwan.
Agar lebih representatif, open space dan lapangang Desa Kertawangunan itu pun perlu penambahan anggaran pada tahun berikutnya. Berdasarkan perencanaan, kekuran-gannya mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Rinciannya, untuk open space sebesar Rp1,5 milyar, dan untuk lapangan Rp1 miliar. Untuk lapangan sepak bola sendiri akan kita bangun minimal sesuai dengan standar nasional,bdimana lapangan akan memiliki tribun yang memadai “Kami akan mencari sumber dana dari bantuan provinsi karena kalau dari kabupaten kurang memungkinkan mengingat masih ada prioritas pembangunan lain,” ucapnya.
Ridwan berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan pembangunan ke arah lebih baik. Bukan hanya mengkritik dan banyak mengawasi semata. Sebab dengan banyaknya yang mengawasi, justru eksekutif tidak bisa bekerja secara optimal. Dia berkeyakinan tiap pelaksanaan proyek sesuai peraturan perundangan yang ada. “Aneh kalau ada SKPD yang mengerjakannya tidak sesuai aturan. Mereka juga pasti punya niat baik,” ujar Ridwan.
Pihaknya mengajak untuk bersama-sama bekerja nyata dalam melaksanakan pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah. Karena perlu dimaklumi APBD Perubahan 2016 tidak cukup menggembirakan. Penambahannya hanya Rp44 miliar untuk total 32 SKPD yang ada di lingkup Pemkab Kuningan. >>Irwan
