Kediri, (MR)DAWAM Sebagai Nahkoda Desa Badal Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Figur Kades ini dinilai oleh warganya sukses dalam membangun desa Badal menuju kemajuan, dan kesejahteraan,bahkan harapan ini merupakan dambaan seluruh masyarakat Indonesia.
Daerah yang memiliki wilayah 2 Dusun, dengan jumlah sekitar 3000 jiwa, sebagian besar berpenghasilan petani, buruh, usaha rumahan merasa puas atas pencapaian kepemimpinannya selama ini, terbukti tidak adanya gejolak di masyarakatnya baik soal program maupun pelayanan.
Desa ini sekarang sudah mengalami perkembangan dinamika yang bagus terutama dalam hal percepatan peraturan Desa, dan program-program pro rakyat yang digulirkan dari Pemerintah. Kades ini memiliki konsep yang jelas untuk menciptakan kesejahteraan warganya.Tidak berkepentingan bisnis saja,contohnya jalan beraspal yang sudah terhubung dengan Dusun yang lain, lampu jalan, juga normalisasi selokan, dan lainnya. Selalu punya gagasan-gagasan baru untuk mendongkrak ekonomi warganya, seperti peelatihan-pelatihan di bidang kuliner yang saat ini sedang berjalan Kades tetap mensupport, dan memfasilitasi.
Menurut salah satu Tokoh masyarakat setempat, “kalau berbicara sistem kepemimpinan, Pak Dawam telah melakukan banyak kemajuan dengan ketentuan dimana dalam peroses kepemimpinannya dikatakan sukses yakni sudah melaksanakan sesuai kriteria seorang pemimpin. Secara pribadi saya selaku masyarakat selalu mendukungnya,” ungkapnya.
“Mampu mengayomi, melindungi masyarakat dan aparat bawahnya. Dibanding desa lain yang mungkin tidak sejalan dengan bawahnya. Bahkan didalam kegiatan apapun selalu menyempatkan diri untuk hadir, dan jika ada permasalahan selalu diselesaikan lewat musyawarah,” tambahnya.
Lebih jauh dalam pelaksanaan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN, APBD diterapkan secara transparan, akuntable, demokratis, efektif, dan efisien disesuaikan dengan peraturan yang sudah ada, dimana penggunaan DD, ADD, PAD tersebut telah mengutamakan untuk mendanai program atau kegiatan bidang pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Orientasi lebih mengutamakan kepentingan desa yang lebih mendesak dan berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. >>Ags
