Ternate, (MR) – Program Sekolah Penggerak ( PSP ) yang dilaksanakan di Sekolah Penggerak PAUD / TK Alkhairaat Kalumpang Ternate turut memberi impact positif bagi guru dan anak dalam Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) . Hal tersebut diakui Kepala Sekolah Penggerak PAUD / TK Alkhairaat, Andi Raehana ,S.Pd saat diinterview awak mediarakyat ( 6 / 1/2022) .
Andi Raehana yang tercatat lolos mewakili Kota Ternate bersams Kepsek Penggerak PAUD / TK Ake Gale dalam tahapan seleksi Uji Kompetensi Kepsek tahap satu tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kemenpenristek kepada awak mediarakyat membeberkan sisi positif implementasi PSP.
Menurut Andi Raehana dalam kondisi faktual pembelajaran guru guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menyiapkan pembelajaran di kelas . Selain itu guru juga semakin disiplin dalam soal waktu disamping guru dengan model pembelajaran projeck ini selain langsung bisa menilsi kemampuan dan minat anak dalam belajar . Pula impact positif lainnya adalah terciptanya sinergitas take and give , kerjasama timbal balik antara guru , orangtua dan masyarakat . Disamping itu pula dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air atau sikap nasionalisme anak termasuk mengajarkan rasa cinta atas kepemilikan local wisdom atau kearifan budaya lokal .
Disebutkan oleh Andi untuk peningkatan mutu guru dan Kepala Sekolah perlu ada inisiasi kolaborasi kerjasama dan perlu ada inovasi sekolah untuk melakukan kegiatan yang arasnya untuk peningkatan mutu dengan melibatkan institusi tertentu yang berkepentingan dengan pendedikan . Dalam konteks ini pihaknya telah melakukan kegiatan workshop dengan melibatkan dosen IAIN Ternate sebagai nara sumber juga kegiatan serupa dengan BP PAUD .
KBM Project pada PSP yang melibatkan siswa khususnya yang leboh spesifik terkait peningkatan / pelestarian nilai budaya yaitu pembuatan Ngana – Ngana ( baca : alat tradisional yang dipakai pada tarian soya – soya berbahan baku daun woka ) .
Khusus pada Rabu diagendakan kegiatan senam yang dirangkai pula dengan kegiatan budaya berupa tarian daerah . Sedangkan pada setiap Jumat ada Shalat Duha , mengaji dan hafalan surah pendek .Dengan pembelajaran project yang diterapkan di Sekolah Penggerak , kurikulumnya adalah kurukulum paradigma baru . Waktu KBM nya ditentukan 1.150 menit dari yang sebelumnya 950 menit dalam seminggu . Ini karena pada pembelajaran project yang kaitannya dengan inti pembelajaran butuh tahapan , jadi vinishing jam belajarnya adalah setenga dua belas siang .
” Ada dampak positifnya dalam penerapan pembelajaran melalui PSP yang merupakan program unggulan Mas Mentri ( baca : Nadiem Makarim ) . Apalagi program tersebut membuka ruang partisipatif masyarakat dan orangtua untuk turut berkolaborasi memajukan pendedikan . Khusus untuk guru senantiasa ditantang untuk terus memacu kemampuan dan kompetensi pedagogisnya . Intinya bukan hanya kepseknya yg harus berbenah kemampuannya tapi guru juga ” tandas Raehan ( sapaan akrab Andi Raehana ) .
Lanjut Raehan dalam pembelajaran berbasis project di Sekolah Penggerak PAUD / TK Alkhairaat telah dilakukan inovasi pembelajaran berbasis kultural selain seperti yang disebutkan diatas dilakukan model atau cara belajar mengolah ikan ( kuah kuning ) sebagai kuliner lokal khas Maluku Utara . Pula dilakukan penanaman aneka sayuran Sawi dan Kangkung .
Alumnus STKIP Kieraha ini juga menambahkan sebagai wujud membelajarkan anak untuk cinta tanah air dan memiliki semangat nadionalisme , sekolahnya turut memperingati Hari Pahlawan dirangkai dengan legiatan Nobar ( baca : nonton bareng ) film perjuangan serta anjang sana ke tempat bersejarah .
“Dalam melaksanakan atau menerapkan PSP sesungguhnya diperlukan pemikiran positif , kreatif dan inovatif dalam rangka akselerasi perubahan pendidikan kearah yang lebih baik . Element element yang bertindak sebagai penyelenggars pendidikan ( kepsek , guru dan staf ) senantiasa eksis di garda terdepan sebagai agent of social change . Mereka tidak hanya memiliki konsep pengembangan diri tapi harus mampu mengembangkan melakukan perubahan yang diawali dari diri sendiri ” tegas Raehan .
Pengalaman menrapkan PSP bagi dirinya tidak semudah seperti membalik telapak tangan . Sebagai ia ditantang untuk berpikir tepat dan bertindak cepat guna mentuntaskan masalah. (KOKO ATENG MRC)
