Kotabaru, (MR)
Memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 TNI Tahun 2015,Upacara Parade bertempat di Lapangan Siring Laut Kotabaru,Senin silam.
Acara Upacara Hut TNI ke 70 di hadiri oleh, Pejabat Bupati Kotabaru, Ketua DPRD, Setda, Farum Koordinasi Pimpinan Daerah,Kodim 1004, Danlanal, Satpol PP, SKPD, PNS, Veteran, Tokoh Masyara kat dan Anak-anak Sekolah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.
Inspektur Upacara Pejabat Bupati Kotabaru, Komandan Upacara Danlanal Kotabaru: a. Pasukan Upacara: Kompi I, Kompi II, Kompi III, 2 Peleton Pasukan Kodim 1004/Ktb, 2 Peleton Pasuan Lanal Ktb, 1 Peleton Polres Ktb, 1 Peleton Satpol PP, 1 Peleton Dishub Kotabaru, 1 Peleton Senkom, 1Peleton PPM, 1 Peleton FKPPI, 1Peleton Pramuka; b.Kelompok Perwira :1 Peleton Pa TNI; c.Kelompok Bintara/Tamtama : 1 Peleton; d.Satssik/Genderang : Drum Band Gita Jaya Bamega.
Inspektur Upacara, Dr.H.Isra Pejabat Bupati dalam pidatonya mengatakan,”Atas nama Negara,Pemerintah dan pribadi saya menyampaikan ucapan Selamat Hari Ulang Tahun TNI ke-70,kepada seganap anggota dan keluarga besar TNI di mana pun suadara berada dan bertugas secara khusus ucapan terimasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada anggota TNI yang dengan tulus, kesungguhan dalam bertugas di Daerah, Pedalaman, Wilayah perbatasan, di wilayah terpencil,di pulau luas terdepan, TNI yang bertugas di luar negeri sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian, serta para prajurit TNI yang saat ini bahu-membahu pemadaman akan api kebekaran dan lahan.
“TNI memasuki usia ke 70 Tahun TNI bisa menggerakkan mementum ini untuk mengingat kembali jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat,Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Propesional,untuk itu saya menginspirasi lewat HUT TNI ke-70 Tahun bersama Rakyat TNI kuat, hebat, propesonal.
Lanjut Isra,”Sejarah mencatat bahwa TNI di lahirkan dari rakyat, Panglima Jendral Sudirman mengatakan bahwa hubungan TNI dengan rakyat adalah ibarat ikan dengan air,ikan tidak akan hidup tanpa air, rakyat lah mengandung, merawat, dan membesarkan TNI, untuk itu TNI tidak beleh melupakan rakyat, TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat,
Kata Isra, “TNI harus bersama-sama rakyat, hanya dengan bersama-sama rakyat TNI akan kuat dalam menjalan kan tugas pelatihan berbangsa dan bernegara dan Militer yang hebat, kelautan Militer di segani serta kekuatan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain.
TNI sebagai Tentara pejuang dan mempunyai semangat pantang menyerah, berkepribadian, dengan semangat TNI harus mampu menjaga Kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), TNI harus mampu menghadapi para penjarah Sumber Daya Laut Dan Perikanan Kita, menjaga wilayah perbatasan dengan pulau-pulau terdepan.
Jelas Isra,”Sebagai bangsa yang mejemuk,TNI harus menempat kan diri sebagai perekat ke majemukan dan menjaga kesatuan bangsa,sebagai TNI tidak boleh bersekat-sekat, dalam suatu kotak, suku, agama dan golongan, TNI adalah satu yang bisa berdiri di semua golongan dan mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok. Bersama rakyat TNI harus menjaga ke Bhinekaan Tunggal Ika, hanya dengan itu bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang mejemuk, kuat dan Solid, bangsa Indonesia menghapi tantangan Politik, keamanan, dan ekonomi, kemajuan bisa menjadi kekuatan yang dahsyat jika kita mampu menjaganya dengan baik,” pungkasnya. >>Hasan
