Pemindahan para Pedangan Kaki Lima (PKL) yang ada di depan pasar sore ke Jl.Cokroatmojo ke arah selatan dari tempat awal, sempat diwarnai aksi protes dari warga setempat, Jumat malam. Terutama warga yang memiliki rumah di pinggir jalan dan tiba-tiba di depannya ditempati rombong PKL.
Suasananya nyaris ricuh, karena warga tidak mau di depan rumahnya ada rombong PKL dan kalau malam-malam berisik dengan bunyi musik yang menjual kaset VCD. Karena sebanyak 32 rombong PKL itu adalah menjual berbagai kaset VCD lagu-lagu. “Pokoknya pindah jangan menempati di sini, ini rumah saya. Saya tidak ingin ramai-ramai dengan bunyi-bunyian di dekat rumah saya. Saya minta pindah dan mencari tempat lain,” kata warga setempat.
Para PKL tidak bisa berbuat banyak dan hanya sesekali menimpali pembicaraan warga yang hampir sangat emosi. “Saya tidak tahu karena ini perintah pimpinan,” kata salah satu PKL. Bahkan PKL yang lama menempati trotoar tersebut terkesan dianaktirikan sehingga tempat berjualan mereka saling berdempetan.
Suasana tegang itu akhirnya bisa diantisipasi oleh Satpol PP dan juga dari Dinas Koperasi dan UKM serta camat kota yang akrab disapa Dayat. Dan sampai saat ini, rombong PKL yang biasa mangkal di depan pasar sore sudah pindah ke Jl Cokroatmojo Kelurahan Parteker Kecamatan Kota. >> Bay

