Kotabaru, (MR)
Hasil Hering Mahasiswa dengan DPR hari selasa (21/04) belum ada penyelesaian karena tidak di hadiri ketua Yayasan dan Diretur Politeknik.
Arbain Fauzi (21/04) Mahasiswa poltek dan kordinator Mahasiswa mengatakan,”saya akan di pecat dari kuliah DO dan lain-lain,sipat ya menekan mengancam oleh ketua yayasan dan tidak ada Demokrasi di kampus Politeknik,” kata Bain ketua yayasan Politenik.
Harun Alrasid, mengatakan setelah demo di DPR mahasiswa tanggal (17/06) malamnya di undang atau rapat di poltek di antara ketua PMN di kirim surat kalau tidak datang rapat maka akan di datangi kerumah dan di paksa atau di ancam jadi ketua BIN tidak pernah lagi ikut hadir kegiatan.
Maulid Akbar ketua komisi III DPR Kotabaru mengatakan, “Ketua yayasan dan Derektur tidak hadir hanya surat perwakilan dari Politeknik yang datang, isi surat nya mengatakan bahwa kuliah lancar dan tidak ada permasalah, DPR tetap menghearingkan akan mempertemukan pihak yayasan, direktur nanti kelihatan apakah itu ranah internal mereka, kalau masuk ranah hukum itu urusan pilisi dan jaksa, kami DPR hanya dengar pendapat dan mediayasi masalah tatanan hukum dan lain-lain. Hasil hearing hari ini akan ada hering lanjutan lagi sesuai sesuai dengan kondisi kamin,” kata Maulid.
Pa Sahidudin anggota komisi III mengatakan, “mestinya yayan Politeknik menghargai undangan Dewan karena apa pun bentuk unda ngan itu te-ntunya ingin penyelesaian masal ah.
Karena paska demo itu adanya ancaman-anacaman dari pihak Politenik bahwa mahasiswa kordinator lapangan itu akan di DO bahkan kalau tidak sanggup bayar itu akan pergi itu tidak benar kalau hal itu terjadi saya di depan,” kata id.
Ingat sejarah poltek itu mengakomodir penganguran intelektual pada saat itu, karena itu filosofinya diskusi di DPR ini kita mengakomodir bahwa mahasiswa kalau mereka kuliah murah dan lain-lain.
Politenik ini kan punya Pemerintah Daerah mestinya datang ke DPR diskusi, kalau kesulitan dana bicaralah ke sini dan langkah-langkah yang di ambil Poltek itu apa selama ini?, bagaimana kita memberikan kesempatan pada Putra dan Putri kita untuk kiliah dengan biaya murah dan kemudia mereka bisa bekerja.
Sugian Noor (21/04) ketua Yayasan Politeknik mengatakan, “Masalah Politeknik ini masalah Internal, siapa pun tidak bisa Intervensi masalah rumah tangga jadi Mahasiswa itu salah arah, kami tidak menghadiri Hering di DPR tidak ada yang di selesai kan buat apa kami hadir Hering mendengarkan,karena dulu tanggal 16, Hearing itu lah penyelesaiannya rekomodasi selesai kenapa Hearing lagi tiu sudah kami anggap selesai, kalau kami di undang oleh DPR kami tidak akan datang ini kan masalah rumah tangga kami sesuai dengan rekomendasi dari pa Bupati dan DPRD waktu pertama pertemuan tanggal 16/04/15 itu sudah jelas.
Niat mendirikan Politenik itu untuk mengerjakan orang, membangun Kotabaru, putra daerah bisa bekerja, punya pendidikan. Kalau ada yang merusak berhadapan dengan Sugian Noor, “kayanya. Politenik itu tidak mungin dapat bantuan Pusat kalau tidak baik dan tidak jelas menejemennya dan Alumni nya banyak yang bekerja hampir 80%.
Dan tidak benar seluruhnya di biayaya dari APBD apa lagi sekarang menurun, memang bantuan dari APBD itu menunjang pertama itu wajar hasil untuk pemerintah Dearah.
Yayasan Politeknik itu bukan punya Pemda, hanya Pemda mendelegasikan kepada kami membuat Yayasan Politeknik, jadi Pemda tidak boleh punya yayasan dan tidak beleh menyelenggarakan Pendidikan langsung Peguruan Tinggi, dan tidak benar Poltek itu memakai uang Pemda, karena ada uang Mahasiswa, bantuan dari Perusahaan, bantuan dari pusat.
“Saya tidak bisa di berhentikan siapa pun kerena saya ketua yayasan pemilik Politeknik, Direktur terserah saya yang mengangkat dan memilih, Sanat itu terserah saya karena tidak mutlak usulan Sanat itu saya penuhi,” pungkas Sugian. >>Hasan
