Indramayu, (MR)
BERTEMPAT di Aula Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Haurgeulis Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, sebanyak 30 petani perwakilan dari 10 desa se-Kecamatan Haurgeulis.
Mengikuti Program Pendidikan dan Latihan (Diklat) Teknis Agribisnis Padi yang dananya bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2015, Hari Senin (23/3), Selasa (24/3), Rabu (25/3), Kamis (26/3) dan Hari Jum’at (27/3), acara Diklat ditutup dengan pencopotan Kartu Tanda Peserta dan pembagian Sertifikat kepada para peserta, berlangsung sukses tanpa ekses.
Sesudah acara foto-foto bersama dengan para Nara Sumber dan Pelatih Diklat Teknis Agribisnis Padi, yang berasal dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Bandung, Balai Penyuluhan Pelatihan Pertanian Kecamatan (BP3K) Haurgeulis, Khasan, Dedi Setiadi, S. PKP. Dedy Kusnadi, dan Imam Syamsudin, beberapa petani mantan peserta Diklat Teknis Agribisnis Pagi, kepada Pers pihaknya menyatakan rasa bangga dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara baik dari BBPP Lembang dan BP3K Haurgeulis.
Berkat adanya Program Diklat Teknis Agribisnis Padi, kami mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana tata cara Budidaya Padi yang baik sesuai dengan Program Panca Usaha Tani, apakah cara pengolahan tanah sawah, persemaian bibit padi, bercocok tanam, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman padi, pemotongan panen padi dan perawatan gabah, sehingga hasil produksi padi setiap Musim Tanam (MT) rendeng dan gadu dapat ditingkat untuk kesejahteraan petani, ujar seorang mantan peserta Diklat tersebut.
Menurutnya, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan selama 5 hari mengikuti Program Diklat Teknis Agribisnis Padi, hendak kami sebarkan kepada rekan-rekan petani lain yang belum sempat mengikuti Program Diklat dimaksud, mengingat pengetahuan tentang tata cara Budidaya Padi yang sesuai dengan Program Panca Usaha Tani sangat diperlukan masyar akat petani dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertaniannya.
Kami hendak mengajarkan kepada para petani prihal teknis menggunakan Alat Produksi Pertanian (APP) dan Sarana Produksi Pertanian (Saprotan), terang mantan peserta Diklat. >>Mukromin/Abdullah
