Harga Beras Raskin Di Desa Sukajembar “Selangit”

Cianjur, (MR)
Harga beras bantuan dari pemerintah untuk rakyat tidak mampu (raskin) di bilangan desa Sukajembar Kecamatan Sukanagara, melambung hingga menembus angka Rp. 2.500,- tiap liternya. Tentu saja hal demikian bisa memberatkan warga kurang mampu penerima bantuan dari program tersebut, salah seorang warga dari salah satu ke-RT-an mengeluhkan mahalnya harga beras dimaksud, “kami dan tentu saja warga yang lainnya merasa keberatan dengan harga Rp.2.500,-/liter karena di desa lain harga raskin tidak nyampe segitu pa,di daerah lain paling mahal Rp. 2.000,- tiap liternya,” tutur warga.

Menanggapi harga beras raskin di daerahnya  KH selaku ketua RT kepada MR menuturkan, memang di wilayah desa Sukajembar semua harga beras raskin merata Rp.2.500,- tiap liter, “harga beras raskin di desa kami sama, tiap RT menjual ke warga Rp.2.500,-/liter, kalau ga percaya bapak boleh cek bahkan di ke-RT-an lain ada warga yang hanya menerima beras cuman tiga liter setengah saja” jelas KH. Ketika disinggung pengelola raskin desa Sukajembar KH menjelaskan kalau pihak desa sudah mngetahui termasuk pihak pengelolanya, masih menurut penjelasan KH, “mahalnya raskin di desa Sukajembar itu karena tiap ketua RT memungut Rp.500,-/liter, dari dana hasil pungutan tersebut dialokasikan untuk kegiatan keagamaan seperti, rajaban,muludan, bahkan kegiatan MTQ kalau desa meminta ke RT kami mengambilnya dari sana, dan tiap peringatan 17 agustuspun kami mengambil dari dana tersebut, untuk setor ke desa, kami tidak meminta lagi ke warga”, jelasnya.

Menanggapi hal demikian beberapa kalangan dari tokoh masyarakat setempat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi di desanya “ karena harapan kami segala bentuk bantuan dari pemerintah mau itu bansos, hibah ataupun bentuk bantuan lainnya harus tepat sasaran dan tidak ditempeli dengan kepentingan lainnya,” tutur sumber.

Dadang selaku kepala desa Sukajembar, ketika di konfirmasi lewat telepon selularnya kepada media menjelaskan, kalau harga beras raskin khususnya di desa Sukajembar tidak sampe Rp. 2.500,-, ketika disinggung tentang temuan media di lapangan pak kades menepisnya kalau temuan tersebut mungkin hanya kebetulan saja, ada salah satu ke-RT-an yang menjual raskin dengan harga Rp.2.500,- karena di wilayah RT yang lain tidak ada yang menjual sampe harga segitu.

“Saya tidak mengambil sedikitpun keuntungan dari raskin karena saya tau aturannya tidak boleh untuk diekonomikan, karena itu adalah hak warga kami yang kurang mampu, bahkan sekalipun desa saya tidak kebagian bantuan raskin saya tidak masalah, karena saya sudah terlalu pusing dengan urusan raskin.” Tegas kades. >>Jats/Otoy

Related posts