Bank Mandiri Syariah resmi membuka outlet yang ke 267 di Tarempa senin (21/11), Acara yang di hadiri oleh segenap jajaran pemerintahan daerah Kabupaten Kepulauan Anam-bas dan tokoh masyarakat tersebut diadakan di halaman Hotel tarempa beach dalam rangka memperkenalkan Bank Syariah Mandiri yang sekarang telah hadir di KKA. Nampak hadir Bupati KKA, wakil ketua 1 DPRD KKA, Sekda KKA, jajaran Pemkab KKA, Deputi Bank Indonesia Batam, Kacab Bank Mandiri Syariah Tg. Pinang, direktur Bank Mandiri Syariah, pengusaha-pengu-saha yang ada di KKA, tokoh masyarakat serta insan pers.
Acara diawali dengen tari persembahan yang dibawakan oleh sanggar tari KKA untuk menyambut kedatangn para tamu Undangan. Terlihat Bupati KKA, T.Mukhtaruddin meneri-ma sekapur sirih dalam prosesi tari tersebut. setelah itu sam-butan dari direktur bank Bank Mandiri Syariah, Deputi Bank Indonesia Batam dan terakhir Bupati KKA.
Bupati KKA resmi membuka KCP Bank Mandiri Syariah ditandai dengan pemukulan gong dan pemberian cindera mata antara Direksi Bank Mandiri Syariah dengan Pemkab KKA. Selain itu, pada malam itu Bupati KKA juga menandatangani MoU perjan-jian kerjasama dengan Direktur Bank Mandiri Syariah. KKA mengapresiasi positif kehadiran Bank Mandiri Syariah di KKA. Halnya, menurut Bupati KKA, Bank Mandiri Syariah adalah bank ke 5 yang mengajukan per-mohonan rekomendasi untuk hadir di KKA. Akan tetapi dari 5 bank tersebut, hanya Bank Mandiri Syariah yang mampu bertahan sampai akhirnya berdiri di KKA.
Menurut Tengku, Bank Mandiri Syariah menunjukkan konsistensi dan komitmen yang tinggi untuk mendirikan KCP di Tarempa, kendati kondisi geografisnya sangat sulit untuk dilalui sarana transportasi. “Sudah ada 5 bank yang menin-jau ke KKA. Melihat medannya sangat sulit, semua mundur teratur. Tapi berbeda dengan Bank Syariah Mandiri, mereka menunjukkan tekadnya untuk tetap bersama kita. Terbukti malam ini kita akan meresmikan KCP nya.
Pada kesempatan ini kami dari jajaran pemerintah KKA juga memberikan apresiasi kepada jajaran komisaris Bank Mandiri Syariah yang telah melihat peluang dan berani menghadapi tantangan serta bertekat untuk mendirikan KCP di KKA. Sekaligus saya mengu-capkan selamat dan sukses untuk terus berkarya di wilayah KKA”. Demikian ucap Tengku Mukhtaruddin pada pembu-kaan KCP Bank Mandiri Syariah di Tarempa.
Tengku mengharapkan kedepannya Bank Mandiri Syariah tidak hanya hadir di Tarempa, tapi juga di kecamatan Palmatak dan kecamatan Jemaja, yaitu 2 kecamatan lain yang memiliki jumlah penduduk paling banyak setelah Siantan yaitu 9.000 jiwa di jemaja, dan 10.000 di Palmatak. “Kalau tidak bisa Cabang Pembantu, Kantor kas saja sudah cukup. Agar masyarakat disana lebih mudah dalam menerima kiriman, menabung, serta mentransfer uang kemana saja. Karena kalau untuk itu saja mereka harus bolak balik ke Tarempa ini, memerlukan biaya yang cukup besar. “
Alasan mendirikan KCP di Tarempa adalah kerena Bank Syariah Mandiri memiliki semangat nasionalisme. Menu-rut Khoirur Rijal AR, Direktur Cabang Bank Syariah Mandiri Tg. Pinang yang membawahi Bank Syariah Mandiri KCP Tarempa, Bank Syariah Mandiri adalah bank yang 100% adalah milik Indonesia. 99,9% saham-nya dimiliki oleh Bank Mandiri, dan Bank Mandiri sendiri 70% sahamnya adalah milik pemerin-tah.
“Karena kita milik Indone-sia, jadi kita juga harus mengem-bangkan Bank ini keseluruh wilayah di Indonesia, termasuk daerah-daerah perbatasan yang akhir-akhir ini diberitakan sangat riskan dan rawan karena kemajuan ekonominya kurang diperhatikan oleh pusat. Bukan bermaksud untuk mendahului pemerintah, tapi misi kami adalah kami harus ada di daerah-daerah perbatasan tersebut guna mendukung perkemba-ngan ekonomi di daerah terse-but” demikian papar Khoirur dalam sesi pers Confrence.
Produk Bank Syariah Man-diri memiliki konsen khusus kepada kalangan menengah kebawah, terutama UMKM. Terbukti 70% dana disalurkan ke usaha kecil menengah dan mikro dalam bentuk pembia-yaan. Prinsip pembiayaan tersebut disalurkan dalam ben-tuk jual beli, bagi hasil dan sewa menyewa. Selain itu ada juga program penggadaian dengan prinsip syariah. Untuk sekarang gadai yang tersedia adalah gadai emas. Untuk gadai emas itu, Bank Syariah Mandiri hanya mengenakan biaya penitipan sebagai biaya tambahannya yang besarnya tergantung berat dan karat. Untuk 1 gram 24 karat, biaya penitipannya adalah Rp. 5000 per bulan dan maksimal perorang hanya bisa menggadaikan emas nya sebesar 500 gram. Biaya peni-tipan tadi dibebankan dengan alasan keamanan.
“Tentu untuk menjaga emas perlu biaya security, perlu lemari besi, nah biaya penitipan tadi adalah untuk biaya keamanan tersebut. dan satu lagi, emas yang disimpan disini kita asuransikan sehingga terjamin keamanannya”. Papar Khoirur.
Produk unggulannya adalah tabungan syariah, deposito sya-riah, giro. Pada garis besarnya produk Bank Syariah Mandiri sama dengan Bank konvensio-nal, yang membedakan adalah Bank Syariah Mandiri memakai prinsip syariah. Bank Mandiri Syariah yang didirikan di Tarem-pa ini merupakan outlet yang ke 267. Dari ke 267 outlet tersebut semuanya menggunakan sys-tem Online yang terintegrasi ke seluruh Indonesia. Untuk ATM Mandiri Syariah ada sekitar 100 diseluruh Indonesia.
“Tapi kita juga bekerjasama dengan Prima BCA yang memiliki 3000 ATM, lalu dengan Bank Mandiri 7000 ATM dan ATM bersama 20.000 ATM. Jadi akses transaksi lewat ATM bukan hal yang mengkhawatir-kan lagi sekarang. Khusus di daerah Anambas baru ada 1 ATM Mandiri Syariah, tapi kedepan kita akan membuka lagi ATM berikutnya di Bandara Palmatak” kata Khoirur. Syarat membuka tabungan di Bank Mandiri Syariah sangat mudah. Cukup dengan Rp. 80.000 dan KTP yang masih berlaku, nasabah sudah bisa membuka rekening di Bank Mandiri Syariah, lengkap dengan kartu ATM dan semua fasilitas yang bisa digunakan diseluruh cabang Bank Mandiri Syariah di Indonesia.
Bank Syariah Mandiri meru-pakan pemegang pangsa pasar terbesar di Indonesia, walupun bukan Bank Syariah pertama yang ada di Indonesia, dan dari 121 bank yang ada di Indonesia, Bank Syariah Mandiri memiliki peringkat yang ke 21, mening-kat dari peringkat ke 32 pada tahun 2006. Perlu diingat, Bank Syariah Mandiri adalah bank yang memegang prinsip Nasio-nalisme dan Persatuan.
“Kita ingin membantu untuk membangun Bangsa ini dari segi ekonomi, terutama sektor ekonomi kecil, menengah dan mikro. Oleh karena itu kita hadir ditengah-tengah masya-rakat, terutama kalangan mene-ngah ke bawah. Kita juga ingin diterima oleh semua kalangan dengan berbagai latar belakang suku, agama dan ras” demikian pernyataan direktur Bank Syariah Mandiri.
Dalam kurun waktu 12 tahun 15 hari, Bank Syariah Mandiri sudah mampu menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, terbukti sekarang Bank Syariah Mandiri sudah memiliki 3,2 juta nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank yang berdiri pada 1999 Ini telah memiliki 583 cabang terdiri atas 120 kantor cabang, 323 kantor cabang pembantu, 37 kantor kas, 42 konter layanan syariah dan 52 payment point. Per Agustus 2011, BSM telah men-catatkan aset Rp40,25 triliun dengan Dana Pihak Ketiga Rp35,03 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 32,89 triliun. >>Sarma/Edo

