Endemik Diare di Bombana Telan Korban

Bombana, (MR)
Wabah Penyakit Diare menyerang di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Tepatnya di Desa Lora, Kecamatan Mataoleo.  Sebanyak 27 bayi terserang dan satu di antaranya meninggal dunia. Korban adalah Fahri, Usia 7 bulan. Ia meninggal dunia setelah mengalami kejang-kejang dan muntaber selama 3 hari tanpa perawatan medis. Demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Bombana, dr. H. Sunandar, M.M.Kes, di Bombana, Kamis (1/11).
Menurutnya, 27 kasus penyakit penyakit diare yang ditemukan itu, hanya Fahri yang terlambat menjalani perawatan medis, karena orang tuanya lebih memilih membawa anaknya berobat ke dukun. Sedangkan 26 anak lainnya mendapat perawatan intensif di Puskesmas setempat.
Meninggalnya Fahri, sangat disesalkan mantan Direktur RSUD Bombana ini. Pasalnya, di Desa Lora, pihaknya telah menugaskan Perawat dan Bidan Desa yang dapat melakukan pelayanan kesehatan bila terjadi masalah kesehatan yang menimpa masyarakat setempat.
Namun, Fahri terpaksa tidak tertolong karena terlambat ditangani secara medis. Bayi malang itu tak dapat bertahan hidup karena selama menderita diare, orang tuanya lebih memilih pengobatan dukun dari pada perawatan medis.
Sehingga, saat diperiksa perawat desa dan hendak dibawa ke Puskesmas, kondisinya sudah darurat dan tak dapat diselamatkan. “Bayi ini meninggal di jalan, setelah diperiksa perawat desa kondisinya sudah darurat. Rencananya bayi ini akan dilarikan ke puskesmas, tapi tak bisa terselamatkan,” bebernya.
Sunandar mengingatkan masyarakat Bombana,  bila ada keluarga yang menderita penyakit diare, demam berdarah dan malaria agar tidak mengandalkan dukun, tapi segera membawanya ke Puskesmas atau menghubungi perawat dan bidan di desanya.
Karena Perawat dan Bidan Desa, kata Sunandar, merupakan tenaga profesional yang telah dibekali teknis menangani pasien yang baik dan benar. Bila terus mengandalkan dukun, tambahnya, penderita bisa menjadi darurat seperti Fahri dan akhirnya meski dirawat, tetap tidak bisa tertolong. “Ketika pasien telah darurat seperti ini (Fahri, red)  sulit untuk ditangani dengan baik,” imbuhnya. >>HT

Related posts