
Ternate, (MR) – Resmi dilantik oleh Mentri Agama Republik Indonesia ( 31 / 12 /2021) sebagai Rektor IAIN TERNATE 2021 – 2025 , DR Radjiman Ismail ,M.Pd fokus memprioritaskan program pengembangan institusi yang termaktub dalam tiga skala prioritas .
Kepada awak mediarakyat ( 2/1/2022) tiga skala prioritas tersebut meliputi pengembangan SDM . Pada konteks program ini pihaknya akan mendorong dosen dosen yang sementara studi S3 untuk secepatnya bisa vinishing studi , juga bagi dosen yang sudah berkualifikasi S2 akan didorong pula ke jenjang doktoral atau S3 .
Menurut putra asli Hiri ini pengembangan SDM menjadi point dan syarat penting untuk akreditasi lembaga .
Point kedua dalam skala prioritasnya adalah program akselerasi guru besar . ” Mengingat IAIN sampai saat ini baru memiliki 1 orang guru besar maka kita akan fokus mendorong teman teman yang sudah memiliki syarat kepangkatan yang memadai untuk berproses guna menyandang predikat guru besar ” tutur Rektor , Dr Radjiman ,M.Pd .
Selain dua point tersebut yang masuk dalam program utama berdasarkan skala prioritas , point ketiganya adalah pengembangan / perubahan status IAIN ke Universitas Islam Negeri ( UIN) .Syarat transformasi IAIN ke UIN itu meliputi nilai akreditasi A minimal 3 yang harus dimiliki oleh Institusi , jumlah guru besarnya , jumlah mahasiswanya termasuk luas lahan kampus plus infrastruktur gedung .
Kaitannya dengan progres jumlah mahasiswa IAIN sampai tahun 2021 terjadi peningkatan signifikan . Ini menandaskan animo masyarakat untuk memilih studi di IAIN masih terbilang tinggi .
Seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan padatnya mobilitas kegiatan akademik maka sangat dibutuhkan pengembangan lahan kampus dan peningkatan fasilitas infrastruktur . Menurut Rektor pengembangan lahan kampus ini adalah kebutuhan penting kedepan .
” Saya kira program ini telah dirintis oleh para pimpinan IAIN sebelumnya dan dasar perencanaan juga sudah disusun . Tahun drpan kita rencanakan pengembangan ke selatan tepatnya di Kelurahan Gambesi . Ini karena IAIN saat ini sudah memiliki lahan seluas dua hektar lebih dari idealnya 25 hektar ” ungkap lelaki yang selain memiliki kompetensi dan profesionalisme akademik juga terbilang sudah makan “garam pengalaman ” dalam dunia organesasi . KOKO ATENG MRC
