“Copot” Ruslan Kasbulatov

Batam,(MR)

“Copot Ruslan Kasbulatov” adalah salah satu bentuk tulisan di karton milik pendemo yang dirampas oleh orang tak dikenal di hari demo Forwap di Kantor DPRD Batam. Di mana dalam demo tersebut ada empat tuntutan secara tertulis dan delapan tuntutan hanya ditulis di karton-karton menggunakan spidol. Adapun salah satu tuntutannya adalah memohon kepada Ketum PDI.P Megawati Sukarno Putri untuk mencopot Ruslan Kasbulatov.

Perampasan karton-karton pendemo oleh seorang laki-laki gagah bertubuh tinggi besar, berbaju batik warna coklat kemerah-merahan secara membabi buta, membuat suasana demo yang berjalan damai dan aman pada awalnya, menjadi ricuh dan menegangkan, bahkan nyaris terjadi baku hantam., Dimana hal tersebut sangatlah tidak di bayangkan oleh Forum Wartawan Anti Pelecehan sebelumnya.

FORWAP sangat yakin seyakin-yakinnya dan percaya sepenuh hati dari awal bahwa mereka tidak akan mungkin melakukan tindakan Anarkis. Terhadap Pendemo, Seperti yang di sampaikan oleh salah satu Orator FORWAP yang juga Ketua Forum Nusantara Bersatu-Kepri, Ndoro Ayu, kepada Koordinator pada khususnya dan rekan-rekan lainnya pada umumnya, sebelum mereka berangkat menuju Kanto DPRD, karena Ndoro Ayu menganggap dan berpandangan bahwa mereka para Anggota Dewan Yang Terhormat adalah orang-orang Intelek, Pofesional dan Bertanggung jawab serta berpikiran dan berwawasan luas.

Sekitar seratusan wartawan dari berabagai media yang tergabung dalam Forum Wartawan Anti Pelecehan ( FORWAP) Kota Batam, menggelar AKSI DEMO ke kantor DPRD Kota Batam, pada hari Senin, tanggal 5 November 2012 sekira pukul 11.00 WIB. Aksi demo tersebut terjadi, demi untuk menyikapi pernyataan saudara Ruslan Kasbulatov sebagai Wakil Ketua Satu DPRD Kota Batam yang diaggap dan di rasa sangat melecehkan Profesi Jurnalistik, dimana pernyataan tersebut di sampaikan di Acara Resmi Hari Ulang Tahun DPRD Kota Batam, pada Hari Senin Tanggal 1 November 2012, dimana hadir di Acara tersebut, para Petinggi Kepri seperti H.M Suryo Respationo SH.MH, yang merupakan Gurbenur Kepri dari PDI-Perjuangan, Drs.H Ahmad Dahlan Wali Kota Batam, Rudi SE Wakil Wali Kota Batam, H.Zainal Abidin SE.MM Wakil Ketua Dua DPRD Batam, Nuryanto SH dari PDI-Perjuangan Ketua Komisi Satu dan para tamu undangan dari tingkat Kepala Dinas Seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Pariwisata dan Budaya Drs.Yusfa Hendri Msi dan lain sebagainnya, Kepala Badan seperti Kepala Badan Kominho H.Salim S.Sos.MsI, Kepala Badan Kesbang Linmas Drs.Heriman Msi dan lain sebagainya hingga tingkat Camat dan Lurah seperti Lurah Mangsang yang cukup pro aktif hadir demi menghormati undangan Drs.Jhon Lee.

Sayang seribu sayang, Nasi sudah menjadi bubur, Waktu yang telah berjalan tak kan bisa berputar lagi, Tampilan-Tampilan Orasi yang di kemas dalam Bentuk Seni seperti Pantun, Lagu dan Puisi berjudul PDI-P Milik Rakyat yang berakhir dengan Kata-Kata I LOVE U FULL, MEGAWATI SUKARNO PUTRI tidak sempat terlaksana karena kericuhan terjadi justru di awal Orator Ndoro Ayu menggelar Orasinya. >>Ganda, English, Ayu

Related posts