Bandung,(MR)
DUGAAN adanya bau korupsi yang menyertai kegiatan LKS Tingkat Nasional Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat kembali menyeruak, hal ini tercermin ketika Media Rakyat mengajukan konfirmasi tertulis kepada Mamat R selaku Kepala Seksi Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tidak satupun surat pertanyaan tersebut dijawabnya.
Seperti diketahui kegiatan ini telah menguras anggaran APBD 2012 sekitar lebih kurang Rp.1,4 Milyar namun pelaksanaan terhadap pembelian barang dan jasa yang menyertai kegiatan tersebut patut diduga berbau korupsi.
Dugaan penyalahgunaan anggaran pada kegiatan ini bisa kita lihat misalnya pada pemberian bantuan belanja bahan praktek pembinaan LKS Tingkat Nasional untuk 50 bidang lomba , masing-masing bidang mendapat belanja alokasi anggaran yang sama besar yaitu seitar 8 juta yang dikirim melalui rekening sekolah siswa yang bersangkutan yang akan mewakili lomba namun diinformasikan ternyata diduga uang yang dikirim jumlahnya kurang dari 8 juta.
Kemudian yang menjadi pertanyaan kemana selisihnya ? selain itu dugaan miring terjadi pada belanja akomodasi penginapan peserta dan pendamping yang seharusnya menginap dihotel setara bintang tiga namun diduga diinapkan bukan hotel berbintang, kemudian yang tak kalah pentingnya adalah pada belanja baju kontingen seperti pembelian jas, tas dan baju batik disinyalir kuat baik dari jumlah dan harga telah terjadi mark-up hampir seratus persen dikarenakan alokasi seharusnya perkiraan cukup dengan jumlah masing-masing sekitar 100 buah namun digelembungkan menjadi 200 buah diduga hasil dari penyalahgunaan belanja anggaran ini juga mengalir ke Kepala Seksi Pembinaan SMK.
Ketika ditemui Media Rakyat dikantornya Mamat selaku Kepala Seksi tidak bersedia menjawab secara tertulis terhadap pertanyaan yang diajukan sehingga makin menguatkan dugaan selama ini memang benar telah terjadi penyalahgunaan anggaran. >>Fahmi/Dodi
