Anggaran Biaya Penggandaan Soal Ujian SD di Kecamatan Ciawigebang Tidak Transparan

Kuningan, (MR)
Baru-baru ini siswa-siswi Sekolah Dasar telah selesai mengikuti ujian semester ganjil. Khusus untuk wilayah kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan dalam pembuatan dan penggandaan soal ujian ternyata dikerjakan secara kolektif dengan membentuk panitia khusus yang melibatkan KKG yang berada dalam naungan KKKS. Sementara pembuatan dan penggandaan soal ujian tersebut diambil dari alokasi dana BOS dengan besaran yang cukup lumayan.

Hal yang sangat disayangkan bahwa realisasi penggunaan bos untuk pembuatan dan penggandaan soal ujian semester kemarin dinilai tidak transparan. Hal ini terbukti ketika wartawan Media Rakyat mencoba untuk konfirmasi mengenai besaran dan realisasi penggunaan dana tersebut kepada Kepala UPTD dan KKKS.

Kepala UPTD kecamatan Ciawigebang, Sumarno saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut menjelaskan bahwa, pembuatan dan penggandaan soal ujian setiap tahunnya selalu dikerjakan oleh panitia khusus yang berada dibawah naungan KKKS. “Untuk masalah itu silahkan konfirmasi saja kepada Ketua K3S, yaitu Dadi Hernadi,S.pd yang juga merupakan Kepala Sekolah SDN 1 Ciawigebang” tutur Sumarno kepada MR.

Namun, ketua KKKS, Dadi Hernadi,S.pd tidak mau berkomentar ketika dikonfirmasi tentang realisasi anggaran penggunaan dana bos untuk pembuatan dan penggandaan soal ujian. Dadi malah mengalihkan untuk konfirmasi kepada ketua PGRI kecamatan Ciawigebang yang juga merupakan ketua panitianya. “Untuk masalah itu silakan saja bertemu dengan ketua PGRI kecamatan Ciawigebang yang juga kepala sekolah SD Pamijahan” kata Dadi Hernadi,S.pd.

Menurut sumber yang dapat dipercaya menyebutkan bahwa untuk soal ujian ditarik biaya sebesar 15.000 rupiah persiswa yang diambil dari alokasi dana bos masing- masing sekolah. Data yang didapat, jumlah siswa SD di kecamatan Ciawigebang mencapai 7.400 siswa. Berarti biaya pembuatan dan penggandaan soal ujian tersebut secara total mencapai Rp.111.000.000. Bisa dibayangkan untuk membuat soal ujian SD satu kecamatan Ciawigebang mencapai Rp. 111.000.000. Melihat anggaran yang cukup besar diduga sisa anggaran pembuatan soal ujian tersebut menjadi bancakan para pemangku kepentingan seperti K3S dan Ketua PGRI kecamatan. >>Irwan

Related posts